Sutardji, Bakrie Award, dan Lapindo

Ahda Imran
Pikiran Rakyat, 16 Agu 2008

SEBAGAI penyair, Sutardji Calzoem Bachri telah melakukan eksplorasi kata dalam puisi sehingga kata bergerak mencari kemungkinan arah dan tujuannya, saling membentur demi membentuk keseluruhan yang tak teramalkan. Sutardji menemukan kembali mantra, memulihkan kembali tenaga bahasa yang terlanjur dimelaratkan oleh komunikasi massa. Demikian salah satu alasan mengapa Freedom Institute memilih Sutardji sebagai penerima anugerah Bakrie Award 2008 Bidang Kesusastraan, seperti termaktub dalam website mereka www. freedom-instute.org. Continue reading “Sutardji, Bakrie Award, dan Lapindo”

Kebohongan di Dalam Buku

Djoko Pitono
jawapos.com

Sudah lebih dari sepuluh tahun terakhir Herman dan Roma Radzicky Rosenblat hidup bak selebriti. Entah berapa puluh wartawan media cetak dan elektronik mewawancarai pasangan Yahudi lanjut usia itu dan menayangkan hasil wawancaranya. Semua orang terpesona pada kisah cinta mereka yang digambarkan tumbuh saat keduanya hidup di kamp konsentrasi Nazi, Buchenwald, Jerman. Continue reading “Kebohongan di Dalam Buku”

Ledakan Sastra Pesantren Mutakhir: Cinta, Kritisisme, dan Industri

Ridwan Munawwar
http://www.suarakarya-online.com/

Sejak sekitar awal millennium ke-3, sastra pesantren di Indonesia menunjukkan geliat yang tidak main-main. Kreatifitas dan produktivitas sastra pesantren meningkat drastis baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Tentunya ini suatu hal yang signifikan dan positif, meski menyimpan komplikasi keunikan tersendiri di belakangnya. Di satu sisi, fenomena ledakan sastra pesantren menunjukkan sekaligus mengukuhkan eksistensi pesantren sebagai salah satu unit peradaban yang tak pernah kering dari penciptaan-penciptaan baru, khususnya dalam dunia kesusasteraan. Continue reading “Ledakan Sastra Pesantren Mutakhir: Cinta, Kritisisme, dan Industri”

MENGUSUNG KECENDERUNGAN DAN MAINSTREAM ESTETIK

Tentang Tiga Antologi Cerpen Creative Writing Institute
Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Siapakah gerangan penggerak di balik layar Creative Writing Institute (CWI), sebuah lembaga baru yang konon bergiat di bidang pelatihan penulisan kreatif. Barangkali CWI ini semacam sanggar yang membina kaum muda agar menekuni bidang penulisan kreatif. Pertanyaannya: apakah mungkin penulisan kreatif dapat dilatihkan macam kegiatan olahraga? Bukankah ?sebagaimana anggapan sebagian besar masyarakat? menjadi penulis ?sastrawan?memerlukan talenta dan bakat yang luar biasa? Jawabannya Continue reading “MENGUSUNG KECENDERUNGAN DAN MAINSTREAM ESTETIK”

Bahasa ยป