Adonis, ‘Modernitas Loakan’, Pembebasan

Damanhuri*
http://www.lampungpost.com/

SEBELUM para kritikus sastra berkali-kali mengelu-elukannya sebagai calon penerima Nobel Sastra, Adonis jelas bukan nama yang terlalu akrab di telinga kita. -lit

Sosok bernama asli Ali Ahmad Said Asbar itu barangkali baru mulai mencuri perhatian kita ketika salah satu karya terbaiknya, al-Tsabit wa al-Mutahawwil: Dirasah fi al-Ibda’ wa al-Itba ‘Inda al-Arab–menyusul penerjemahan beberapa puisinya dan dibukukan menjadi Perubahan-Perubahan Sang Pencinta Continue reading “Adonis, ‘Modernitas Loakan’, Pembebasan”

Yang Berputar Bersama Lorca

Qaris Tajudin
http://www.korantempo.com/

Oh Salvador Dali, pemilik suara berwarna zaitun!
Aku tidak memuji kehijauan kuasmu yang terputus-putus
atau warnamu yang bercumbu dengan warna hidupmu,
tapi aku menyanjung kekekalanmu yang terbatas.

Baris-baris puisi itu ditulis Frederico Garcia Lorca pada musim semi 1925 dan rampung pada 1926. Ode untuk Salvador Dali, demikian judulnya. Continue reading “Yang Berputar Bersama Lorca”

Khotbah di Bukit Prosa

Asarpin
lampungpost.com

NOVEL Bilangan Fu (2008) mengantarkan Ayu Utami meraih penghargaan Khatulistiwa Literatur Award (KLA) 2008. Bilangan Fu bagaimanapun layak meraih penghargaan itu.

Berbeda dengan kedua novel Ayu sebelumnya, Bilangan Fu tidak mengejar bahasa imaji yang berima, kendati beberapa tempat masih tersisa. Novel ini banyak mengungkai kisah-kisah mitologis yang, selain mengenai kosmologi dan kosmogoni, juga mengaduk-aduk matematika, geometri, fisika, agama, dan tafsir tentang Tuhan sebagai satu dan nol yang rumit. Continue reading “Khotbah di Bukit Prosa”

Problem Humanisme Pramoedya

Ahmad Sahal
majalah.tempointeraktif.com

Setiap kali membaca karya-karya Pramoedya Ananta Toer, saya selalu merasa kagum, tapi juga sekaligus terganggu. Saya mengagumi karya-karyanya, yang secara persisten melantunkan humanisme. Pram mengakui berguru kepada Multatuli, pengarang Max Havelaar, yang mengatakan bahwa tugas manusia adalah menjadi manusia. Dalam karyanya, Pram selalu menampilkan revolutionary hero yang menentang pelbagai situasi tidak manusiawi yang datang dari tradisi, seperti feodalisme priayi Jawa, maupun dari pihak asing, seperti kolonialisme dan imperialisme. Continue reading “Problem Humanisme Pramoedya”

FSS DAN 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL

S Yoga
Kompas Jatim

Dari tanggal 1-15 Juni nanti, kita akan disuguhi hajatan kebudayaan yang bernama Festival Seni Surabaya (FSS) 2008, dengan mengambil tema ?Seratus Tahun Kebangkitan Nasional: Tribute to Surabaya? sebuah tema besar sebenarnya. Namun memang demikian sebuah hajatan sudah umum mengambil tema yang gagah dan mentereng. Dan bila kita cermati kelakuan ini sudah berlangsung sejak zaman kolinial Belanda, yang oleh Clifford Gertz disebut sebagai Negara Panggung. Sebuah negara yang lebih suka mementingkan gebyar atau penampilannya saja. Continue reading “FSS DAN 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL”

Bahasa ยป