Dari Secarik Pembungkus Terasi

Arif Firmansyah, Rinny Srihartiny, Rana Akbari
http://majalah.tempointeraktif.com/

Sastra daerah punya struktur cerita, model penokohan, dan tema yang lebih sederhana, serta pembaca yang lebih tradisional.

Potongan cerita pendek di kertas pembungkus terasi menarik perhatian seorang gadis kecil. Sambil berjalan, matanya menatap setiap kalimat. Saking asyiknya menikmati cerita dalam bahasa Sunda itu, si gadis tak tahu terasi yang dibeli jatuh entah di mana. Ia baru sadar setelah tiba di rumah. Saat ibunya bertanya, ia menjawab sekenanya, “Mungkin terasi itu tertinggal di warung.” Continue reading “Dari Secarik Pembungkus Terasi”

Problematika Pengajaran Sastra di Sekolah

Mahmud Jauhari Ali *
banjarmasinpost.co.id

Di tengah ramainya tuntutan guru untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak bagi mereka, sudahkah mereka itu berkontemplasi.

Maksudnya adalah merenungi atas hal yang telah mereka perbuat dalam dunia pendidikan, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Sastra merupakan bagian intergral dalam dunia pendidikan tersebut yang diajarkan di tiap jenjang pendidikan di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan. Continue reading “Problematika Pengajaran Sastra di Sekolah”

Keunikan Sastra Daerah

Mulawati, S.Pd. *
kendaripos.co.id

Anda pernah mendengar istilah Kabanti? istilah ini akan sering kita dengarkan di daerah Kabupaten Buton, Kota Bau-bau dan Kabupaten Muna. Kabanti adalah sejenis sastra lisan daerah-daerah tersebut. Dari bentuknya dapat dikatakan bahwa kabanti adalah sejenis pantun atau syair. Syair-syair kabanti memiliki aneka ragam tema, karena secara umum dapat disesuaikan dengan suasana penggunaannya. Syair-syair kabanti pada saat acara pelamaran seorang gadis, tentu akan berbeda dengan syair yang digunakan pada acara pakande-kandea. Continue reading “Keunikan Sastra Daerah”

Suara Lokal dalam Sastra Indonesia

Asarpin *
lampungpost.com

SEJARAH kesusastraan abad ke-20 sangat dipengaruhi interaksinya dengan kolonialisme. Pada dasawarsa pertama Orde Lama, sastra Indonesia diwarnai sikap yang mendua: Sikap antara keharusan mengembangkan nilai-nilai lokal dan kekhawatiran terhadap identitas di baliknya. Ini berbeda dengan kenyataan yang terjadi di India dan Afrika, di mana sastra lokal pada 1950–1960-an menjadi strategi perlawanan terhadap kanon sastra Eropa. Continue reading “Suara Lokal dalam Sastra Indonesia”

Suara Lain dari Seberang

Bagja Hidayat
http://www.ruangbaca.com/

Sekumpulan tulisan yang menyerang sanjung-puji para kritikus terhadap para penulis perempuan Indonesia mutakhir. Argumentasinya mantap.

Dalam lima tahun terakhir ladang sastra kita ramai oleh gunjingan telah terjadi krisis kritik sastra. Mutu kritik dituding tak bisa mengimbangi membanjirnya karya sastra sebagai objek kritik dengan tumbuhnya media massa dan penerbitan. Pendeknya, kritik sastra kita, sebagai sebuah ranah sastra tersendiri, sudah mati. Continue reading “Suara Lain dari Seberang”

Bahasa ยป