SENANDUNG BUKIT PUALAM

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Sedemikian besarnya dan tulusnya kekuatan yang tersimpan pada rambatan yang baik – sedemikian besar dan kokohnya kemapanan yang tampil itu, sehingga daya-rebut dan daya-senggut yang tiba sebagai kepemilikan pribadi. Jikalau manusia menjadi sebagian dari kerahasiaan sendiri, selanjutnya meruntuhkan nafsu-nafsu sebagai ‘kuakan fitri’-nya, maka selanjutnya tiada lagi dapat dibongkotkan, bila kita menjadi sergapan yang benar, kapankah lagi dapat ditukik dan ditohok dari sumbernilai! Continue reading “SENANDUNG BUKIT PUALAM”

TAMBUR TAFFAKUR

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Demikianlah pada mulanya, bahwa tatapan mata yang mengurai kesemestaan adalah telah lebih jauh melewati rimba larangan, dan selanjutnya tanpa dihantui siapapun, meneruskan perlintasan ke arah barat. Kita mengunci bisik-dingin sang bayu, di kala ketukan-ketukan yang menghampir sudah teramat berderap dan kemudian menderu, semirip dengan taufan pada kemarau garang. Continue reading “TAMBUR TAFFAKUR”

DARI UJUNG KE UJUNG

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Tak bisa diduga, berapa lama dia berada di ujung jalan. Andaikata terdapat seseorang yang menyapa, apa yang harus dikatakannya? Andaikata terdapat seseorang yang menduga, haruskah dia selonjorkan menit-menit yang berharga, buat secuap jawab tanpa makna? Namun demikian, pada hari yang penuh berlumur gula, sepatutnya dia kembali meraih penunjuk jalan yang mengarahkan orang pada jalur yang tepat – di kala segalanya masih remang dalam rabaan. Continue reading “DARI UJUNG KE UJUNG”

Sastra Klasik al-Isra’ wal-Mi’roj (Karya Imam Najmudin Ghoitd)

Diterjemahkan dari Arab ke Jawa: Yusuf Jaelani
Khototib: Isti Anisa
Alih bahasa ke Indonesia: Imamuddin SA
Diterbitkan PUstaka puJAngga, 11 Juni 2008.

Pada suatu ketika, saat malam telah tiba. Kerlap-kerlip bintang di langit cerah menjadi pesona yang begitu berharga. Menjadi saksi akan kemuliaan seorang manusia. Saat itu bertepatan tanggal 27 Rojab 11 kenabian, Nabiullah Muhammad SAW beristirahat. Tidur menyamping di samping Hijir Ismail. Dekat Baitullah. Di samping kanan dan kiri beliau ada dua orang pemuda (Sayyidina Hamzah dan Sayyidina Ja’far bin Abi Tholib). Continue reading “Sastra Klasik al-Isra’ wal-Mi’roj (Karya Imam Najmudin Ghoitd)”

Bahasa »