Melihat Surabaya dan Malang Melalui Kacamata Historis

R.N. Bayu Aji *
oase.kompas.com

Problematika perkotaan sangat menarik apabila dikaji melalui pendekatan historis. Mulai Hindia Belanda hingga kemerdekaan, sebuah kota merupakan penggerak penting, baik dalam industrialisasi maupun pertukaran barang dan jasa. Saat ini, studi mengenai kota merupakan suatu kajian tersendiri sebagai dampak dari perubahan desa yang semakin maju seiring perkembangan zaman. Continue reading “Melihat Surabaya dan Malang Melalui Kacamata Historis”

Kisah Perempuan di Hindia Belanda

Ageng Wuri R. A.*)
http://oase.kompas.com/
Judul Buku : Citra Kaum Perempuan di Hindia Belanda
Penulis : Tineke Hellwig
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 2007
Cetakan : Edisi Pertama
Tebal : xii + 122 halaman
Harga : Rp. 24.000,00

Kaum perempuan pada masa lalu digambarkan hanya sebagai pemuas kebutuhan seksual pria saja. Mereka pada masa lalu dipandang sebelah mata oleh kaum pria. Namun, dengan tergerusnya zaman kaum perempuan dapat menyetarakan dirinya dengan kaum pria dan ikut berperan diberbagai bidang. Continue reading “Kisah Perempuan di Hindia Belanda”

Ternyata Atlantis Itu di Indonesia

Mohamad Asrori Mulky*
http://www.jawapos.com/

CERITA mengenai keberadaan Benua Atlantis hingga kini terus menjadi misteri sejak dideskripsikan filsuf Yunani, Plato, pada ribuan tahun lalu dalam dua dialognya, ”Timaeus” dan ”Critias”. Tak hanya Plato, penulis kuno klasik lainnya seperti Homer, Hesiod, Pindar, Orpheus, Appolonius, Theopompos, Ovid, Pliny si tua, Diodorus Siculus, Strabo, dan Aelian juga ikut meramaikan soal keberadaan Atlantis. Continue reading “Ternyata Atlantis Itu di Indonesia”

Memajukan Sekolah tanpa Diskriminasi

Lailiyatis Sa’adah*
http://www.jawapos.com/

SECARA ideal, sekolah adalah rumah kedua bagi anak didik. Namun dalam realitasnya, tidak jarang sekolah justru menjadi tempat ”menakutkan” yang membuat siswa tidak nyaman di dalamnya. Tentu saja, ada banyak faktor yang mengakibatkan kondisi yang memprihatinkan tersebut. Salah satu di antaranya mungkin apa yang oleh Paulo Freire disebut dengan ”dehumanisasi pendidikan”, yaitu tempat pendidikan layaknya penjara, yang memosisikan siswa sebagai objek dan guru sebagai subjek. Continue reading “Memajukan Sekolah tanpa Diskriminasi”

Bahasa ยป