Antologi Resensi Buku Sastra

Judul Buku : Seratus Buku Sastra Indonesia yang Patut di Baca Sebelum di Kuburkan
Penulis : An. Ismanto dkk.
Penerbit : I:Boekoe, Yogyakarta
Cetakan : I, 2009
Tebal : 1000 halaman
Peresensi : MG. Sungatno *
cawanaksara.blogspot.com

Di antara buku-buku yang berjejer di rak sebuah Toko Buku di Yogyakarta, saya pernah tertarik pada sebuah buku dan langsung membelinya. Selain penulisnya terasa tidak asing bagi saya, judul buku dan catatan dalam endorsment-nya cukup memikat. Continue reading “Antologi Resensi Buku Sastra”

Kisah Luka dan Asmara

Judul Novel : Prahara Asmara
Penulis : Zara Zettira ZR.
Penerbit : Akoer, Jakarta
Cetakan : I Februari 2009
Tebal : 235 halaman
Peresensi : MG. Sungatno *
cawanaksara.blogspot.com

The experience is the best teacher.

Demikian kata pepatah yang pernah kita baca dan dengar dari orang-orang bijak. Namun, kalimat ini belum tentu dapat dipakai secara universal. Sebab, tidak sedikit dari kegagalan yang dialami banyak orang justru akibat mengulang-ulang jawaban atau tindakan yang sama untuk menjawab situasi yang berbeda. Continue reading “Kisah Luka dan Asmara”

PERSEMBAHAN KEABADIAN

Judul Buku : Sahibul Hikayat al Hayat
Pengarang : KRT. Suryanto Sastroatmodjo
Pengantar : Nurel Javissyarqi
Jenis Buku : Kumpulan Prosa
Penerbit : PUstaka puJAngga
Tebal Buku : xxiv + 144 hlm; 14 x 20 cm
Peresensi : Imamuddin SA

Seberapa jauh perjalanan hidup manusia? Seberapa lama ia hidup untuk sesamanya? Seberapa kuat ia dikenang oleh generasinya? Pertanyaan-pertanyaan itu yang mesti direnungkan jauh lebih dalam bagi setiap orang. Continue reading “PERSEMBAHAN KEABADIAN”

Jakarta Sebelum dan Sesudah Soeharto

Imam Muhtarom *
jawapos.com

Buku karya Abidin Kusno ini menunjukkan bagaimana kota melalui bangunan arsitekturnya merupakan representasi politik yang sedang berjalan dan secara bersamaan juga menginginkan model partisipasi publiknya. Pada zaman pemerintahan Soekarno, Jakarta harus tampak sebagai kota modern dengan meninggalkan sekaligus menghapus gambaran kota kolonial sebelumnya, baik semasa Belanda maupun semasa Jepang. Kemodernan Jakarta ini ditandai dengan pendirian Hotel Indonesia beserta pancuran air yang legendaris di kawasan Jalan M. Thamrin, Senayan, Monumen Nasional, dan Gedung Perintis Kemerdekaan. Continue reading “Jakarta Sebelum dan Sesudah Soeharto”

Bahasa ยป