Internasionalisasi Bahasa Indonesia

Moh Muzakka Mussaif*
http://suaramerdeka.com/

BAHASA Indonesia (BI) merupakan bahasa terbesar di Asia Tenggara. Hal itu ditinjau dari segi penuturnya yang berjumlah lebih dari 220 juta orang. Jumlah itu akan semakin bertambah banyak, jika BI dikembalikan kepada subrumpun bahasa asalnya, Melayu; sebab bahasa tersebut tidak hanya didukung oleh warga negara Indonesia saja tapi juga warga Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, dan sebagian Thailand. Continue reading “Internasionalisasi Bahasa Indonesia”

Menggagas Lab Sastra

Syaiful Mustaqim
http://www.suaramerdeka.com/

KESUSASTRAAN merupakan sebuah fenomena yang sangat kompleks. Untuk memahami dan menekuninya, membutuhkan ruang dan waktu panjang sehingga dapat mengerti celah dan seluk beluk perkembangannya.

Dalam khazanah sastra diperlukan pelbagai peranti, di antaranya lika-liku bahasa, tata bahasa, dan gaya bahasa. Ketiga peranti tersebut adalah pondasi awal dan satu kesatuan utuh yang tak bisa dipisahkan jika akan menggelutinya. Jika tidak dipahami terlebih dahulu, nantinya akan muncul masalah-masalah berikutnya. Continue reading “Menggagas Lab Sastra”

Pembelajaran Kreatif: Mencetak Guru Sekaligus Sastrawan

Panji Satrio
http://suaramerdeka.com/

Gara-gara Ujian Nasional, pelajaran sastra mengalami disorientasi. Guru suntuk mengajar teori demi Ujian Nasional sehingga melupakan apresiasi. Perlu kiranya dikembangkan pembelajaran kreatif untuk mencetak guru sekaligus sastrawan.

MELALUI mata kuliah Prosa Fiksi Drama (PSD), mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) IKIP PGRI diajak melakukan apresiasi secara aktif. Bukan sekadar belajar teori. Continue reading “Pembelajaran Kreatif: Mencetak Guru Sekaligus Sastrawan”

Ketika Bahasa Berbuah Cinta

Mahmud Jauhari Ali

Kita kadang mendengar adanya pertengkaran yang dipicu oleh kata-kata yang merupakan wujud dari bahasa. Bahkan, karena bahasa pula orang dapat saling membunuh satu sama lainnya di dunia ini. Jika kita merenungi kejadian-kejadian yang terjadi karena penggunaan kata-kata, kita akan sampai pada simpulan bahwa bahasa sebenarnya memiliki kekuatan yang dahsyat. Karena bahasa, orang dapat saling bertengkar, dendam, hingga saling membinasakan. Hal di atas merupakan dampak buruk yang disebabkan oleh dahsyatnya bahasa dalam kehidupan kita di dunia ini jika kita tidak dapat menggunakan bahasa sebagaimana mestinya. Akan tetapi, kedahsyatan bahasa dapat pula berdampak pada kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Continue reading “Ketika Bahasa Berbuah Cinta”

Ada yang Salah dengan Sistem Pembelajaran Sastra Indonesia

Rukardi
suaramerdeka.com

Dalam pandangan Putu Wijaya, era 1945 merupakan masa ideal bagi pertumbuhan sastra Indonesia. Saat itu, lahir sekaligus eksponen penyair dan kritikus sastra yang kuat. Sinergi keduanya menciptakan iklim sastra yang dinamis dan progresif.

Dalam hal ini, Chairil Anwar dan HB Jassin menjadi ikon paling tipikal. Chairil mendobrak kecenderungan sastra Pujangga Baru yang penuh dengan bunga-bunga kata. Sajak-sajaknya plastis dan mengusung aforisma. Dia hadirkan realita dalam kata demi kata. Tak hanya itu, karya-karya Chairil juga memberi saham bagi kemajuan bahasa Indonesia. Continue reading “Ada yang Salah dengan Sistem Pembelajaran Sastra Indonesia”

Bahasa ยป