Jassin

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

KADANG-KADANG sebuah peruntungan ditentukan oleh sebuah kitab kecil. Setidaknya ada sebuah risalah yang pernah ikut berpengaruh dalam satu tahapan hidup saya.

Ketika saya berumur sekitar t8 tahun, saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Fakultas Psikologi, sebuah cabang baru dari Universitas Indonesia. Bukan saya bercita-cita menjadi seorang psikolog waktu itu saya bahkan tak tahu jelas apa gerangan “psikolog” itu. Saya memilih pendidikan tinggi itu karena di sana, saya dengar, diajarkan tiga hal: psikologi, filsafat, dan sosiologi. Di fakultas lain tidak. Continue reading “Jassin”

Suratan Hati, dari H.B. Jassin sampai Sastra-Indonesia.com


Nurel Javissyarqi *

Maaf, jika kata-kata dalam tulisan ini seruduk lompat-melompat radak ganjil. Karena disaat menuliskannya sedang sakit kepala, oleh kelelahan berposting ria. Seperti biasa, sakit ringan saya anggap bagian dari gejala keabadian. Yang menerbitkan keyakinan atas kesaksian bertutur kata; kalau kelak kan ada para penyimaknya. Ini sepaham sajaknya Subagio Sastrowardoyo dalam antologi “Simphoni” (Pustaka Jaya 1971), yang bertitel ALI BABA: Continue reading “Suratan Hati, dari H.B. Jassin sampai Sastra-Indonesia.com”

Pemerintah dan Seni

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Setelah masa reformasi, keadaan Indonesia porak-poranda. Ada perdebatan di antara para ahli, bagaimana membangun Indonesia kembali. Satu pihak mengatakan bahwa untuk membangun Indonesia yang baru dan satu, diperlukan stabilitas politik. Pihak lain membantah, mereka mengemukakan bukan stabilitas politik, tetapi stabilitas ekonomi yang mesti didahulukan. Continue reading “Pemerintah dan Seni”