Puisi Terakhir W.S. Rendra?

detikyogyakarta.net

Sungguh besar jiwa seni dalam tubuh W.S. Rendra,ia pun tetap berkarya meski dirawat di rumah sakit karena sakit jantung koroner. Puisi terakhir Rendra menghadirkan nuansa religius yang dalam, yang mengisyaratkan kecintaan pada Sang Pencipta.

“Tuhan, aku cinta padamu?” demikian penggalan puisi yang tak diberi judul itu. Puisi terakhir ini ditulis Rendra pada 31 Juli di RS Mitra Keluarga.

Teks puisi bertulis tangan itu diperlihatkan di rumah duka di Bengkel Teater, Citayam, Depok, Jumat (7/8/2009). Berikut teks puisi tersebut: Continue reading “Puisi Terakhir W.S. Rendra?”

Doa dan Solidaritas untuk WS Rendra

Arief Junianto, Ary Nugraheni
http://www.surabayapost.co.id/

Layar hitam dibentang menutupi enam meter selasar Galery Surabaya di Jl. Yos Sudarso, Selasa tadi malam (14/7).
Enam gong besar digantung dengan tali dan kawat. Dua buah lampu besar dihadapkan kepanggung untuk penerangan.

Sound system 500 watt dan satu mikrofon diletakkan persis di tengah panggung setinggi satu meter. Puluhan tikar panjang digelar di pelataran beraspal. Continue reading “Doa dan Solidaritas untuk WS Rendra”

Sajak-Sajak M. Raudah Jambak

http://oase.kompas.com/
SEEKOR KUCING DI PINTU

Seekor kucing mengendus di balik pintu
menatap gerak seekor tikus menuju pintu
aku terpaku menatap ke arah daun pintu
menembus masa lalu dari pintu ke pintu

seekor kucing menerkam tikus di balik pintu
yang tidak leluasa bergerak sebab terjepit pintu
aku terpaku menatap darah muncrat di pintu
mengenang luka menembus pintu ke pintu Continue reading “Sajak-Sajak M. Raudah Jambak”

Almarhum WS Rendra, Sosok dengan Berbagai Wajah (2-Habis)

Dicky, Rahmat Hidayat
http://www.surya.co.id/

KISAH nostalgia lain yang menarik diungkapkan Kamto, cerpenis yang sudah bertahun tahun akrab dengan WS Rendra. Mereka sudah akrab sejak muda. Kamto menyapa sahabatnya itu dengan sebutan Willy. Pada malam sebelum sahabatnya itu meninggal, ia mengaku sempat ke luar rumah, dan melihat malam diterangi bulan purnama.

Kamto mengaku teringat masa lalu, ketika dia masih berusia 25 tahun, dan Willy berusia 20 tahun. Turut budayawan Ajip Rosidi yang bergabung, dan mereka berdiri di depan kantor pos di Pasar Baru, Jakarta. Continue reading “Almarhum WS Rendra, Sosok dengan Berbagai Wajah (2-Habis)”

Almarhum WS Rendra, Sosok dengan Berbagai Wajah (1)

Dicky, Eko Suprianto
http://www.surya.co.id/

PENYAIR dan dramawan Willibrordus Surendra Broto Rendra yang akrab dipanggil WS Rendra alias Si Burung Merak, wafat di RS Mitra Keluarga, Jakarta, akibat serangan jantung, pukul 22.10 WIB, Kamis (6/8). Banyak kenangan terhadap pria berusia 73 tahun itu, termasuk kehidupan pribadinya. Kemarin, jenazah Rendra dimakamkan di dalam kompleks Bengkel Teater Rendra, Depok, usai salat Jumat. Makamnya cuma berjarak 7 meter dari makam Mbah Surip -sahabat dan pengagum Rendra. Continue reading “Almarhum WS Rendra, Sosok dengan Berbagai Wajah (1)”

Bahasa ยป