Mengenang WS Rendra dan Mbah Surip; Kesadaran Adalah Matahari

Darma Lubis
http://www.analisadaily.com/

Langit di luar Langit di badan Menyatu dalam jiwaKredo WS Rendra Indonesia sedang dirundung mega mendung. Dua tokoh fenomenal telah pergi. Meninggalkan Indonesia, meninggalkan kebudayaan di Indonesia.

Merekalah Wahyu Sulaiman Rendra atau lebih dikenal dengan WS Rendra dan Urip Ariyanto alias Mbah Surip.

Rendra melakukan perlawanan kebudayaan melalui proses teater di Bengkel Teater, puisi, essei, hingga pidato kebudayaannya. Perlawanan atas budaya popular yang berkembang. Continue reading “Mengenang WS Rendra dan Mbah Surip; Kesadaran Adalah Matahari”

Butet: Rendra Manusia Jenius!

Bobby Chandra, Titis Setyaningtyas, Wikipedia
tempointeraktif.com

TKabar meninggalnya penyair kondang WS Rendra cukuk mengagetkan banyak orang, termasuk Butet Kartaredjasa, monolog asal Yogyakarta. Menurut Butet, Si Burung Merak itu merupakan manusia yang penuh bakat.

“Dia jenius. Manusia jenius yang pernah lahir di Indonesia,” kata penyair Butet Kertaredjasa saat dihubungi Tempo dari Jakarta, Kamis (6/8) malam. “Di aktor dan penyair yang luar biasa, sutradara, intelektual, seorang esais, sekaligus dengan seluruh bakatnya itu, dia memposisikan diri sebagai seorang pejuang sampai titik darah penghabisan.” Continue reading “Butet: Rendra Manusia Jenius!”

‘In Memoriam’ W.S. Rendra

Jafar M. Sidik
lampungpost.com

JIKA Ceko mempunyai Vaclav Havel dan Chile memiliki Pablo Neruda, Indonesia juga dihuni para pujangga yang mungkin sekaliber dengan keduanya dalam memotori bangkitnya kesadaran nasional dan mendedikasikan hidup untuk memberi jiwa pada masyarakat kering etik dan senjang nurani.

Seorang yang mungkin terbesar di antara itu adalah penyair dan dramawan besar kelahiran Solo, 7 November 1935, Willibrordus Surendra Broto Rendra atau lebih dikenal dengan nama W.S. Rendra. Continue reading “‘In Memoriam’ W.S. Rendra”

Bahasa ยป