Skizofrenia pada Gejala Estetik Puisi

Ribut Wijoto
http://www.sinarharapan.co.id/

Puisi Indonesia, kiranya, tidak pernah selesai mencari bentuk-bentuk operasional bahasa. Setelah sukses dalam kemendayuan pada Pujangga Baru, ketajaman dan efektivitas dalam Chairil?diteruskan oleh Subagio, Sapardi, dan Goenawan?kini ada gejala bahasa yang tidak pernah ditemukan dalam bahasa puisi sebelumnya. Ialah konstruksi bahasa skizofrenia. Apakah telah tercipta bahasa estetik puisi skizofrenia? Bagaimanakah operasional estetik teks puisi skizofrenia? Continue reading “Skizofrenia pada Gejala Estetik Puisi”

Ihwal Regenerasi Sastra Riau (I)

Marhalim Zaini
http://www.riaupos.com/

(Bagian Pertama)
Bahwa Riau memiliki sejarah kesusastraan yang cukup panjang dan monumental, adalah sebuah fakta yang tak dapat dinafikan. Entah itu tersebab soal bahasa Melayu yang potensial sekaligus strategis posisinya dalam pembentukan arus komunikasi sosio-kultural maupun politik bangsa ini, ataukah memang karena kekuatan tradisi lisan sebagai sumber alami yang merangkai serta mengungkai narasi-narasi dalam berbagai hikayat dan syair, Continue reading “Ihwal Regenerasi Sastra Riau (I)”

Konflik Ideologi Agama dan Politik dalam Novel Teguh Winarsho AS

Yosi M Giri *
kompas.com

Jika Solzhenitsyn–melalui karya-karyanya–menyuguhkan gambaran perubahan sosial (baca: masyarakat) di bawah cita-cita komunisme di Rusia sebagai sebuah penolakan terhadap gagasan historical optimism, maka seorang Prameodya Ananta Toer (Pendekar Pulau Buru) justru menyajikan historical truth, melalui Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa yang menggambarkan masyarakat dalam kurun sejarah tertentu beserta perubahan-perubahan sosialnya. Continue reading “Konflik Ideologi Agama dan Politik dalam Novel Teguh Winarsho AS”

SIHIR YOUJIN: MENULIS DENGAN HATI

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Youjin, Air Ajaib yang Merana, Alihbahasa: Wilson Tjandinegara. Jakarta: Perhimpunan Penulis Yin-Hua (Tionghoa?Indonesia), 2007, xii + 231 halaman.

Ketika bahasa ?bahkan apa pun?diperlakukan dengan sentuhan cinta, maka yang memancar dari pengejawantahannya, tidak lain adalah aroma cinta itu sendiri. Tanpa sadar, ia menyelusup, menggoda hati, dan kita akan selalu gagal menolak pesonanya. Ketika cinta dan suasana hati dirangkaikan dalam larik kata-kata, dikemas dalam kalimat metaforis, yang muncul adalah bangunan teks yang menyihir. Continue reading “SIHIR YOUJIN: MENULIS DENGAN HATI”