Setelah Pergi, Baru Sadari Betapa Pentingnya Rendra

Jodhi Yudono
http://oase.kompas.com/

Duka datang berendeng menghampiri kita. Setelah pada Selasa (4/8) lalu penyanyi Mbah Surip pergi, pada Kamis malam (6/8) pukul 20.30 WIB, giliran budayawan dan penyair WS Rendra menyusul menghadap Sang Khalik.

Seperti telah saling janjian, kedua seniman yang telah mendahului kita itu menempati “rumah” abadi yang sama hanya selisih dua hari, yakni di pekarangan rumah WS Rendra di daerah Cipayung, Depok, Jawa Barat. Continue reading “Setelah Pergi, Baru Sadari Betapa Pentingnya Rendra”

Ramayana di Kuil Bachoos

Bre Redana
kompas.com

BAALBEK. Tak ada kota seindah dan seegnimatik Baalbek di Lebanon, sekitar dua jam dari ibukota negeri itu, Beirut, menuju arah Suriah. Di Baalbek yang artinya “Kota Matahari” inilah perkembangan peradaban yang dari waktu ke waktu bukan saja diwarnai pergulatan kekuasaan tetapi juga pergulatan manusia dengan ruang atau space seperti mendapat perhatian khusus para penggagas post-modernism, menemukan bukti dan jejaknya yang kuat. Continue reading “Ramayana di Kuil Bachoos”

Gus Mus: Semua Penyair Guruku

Ami Herman
http://www.suarakarya-online.com/

Kiai yang juga dikenal sebagai budayawan, pelukis, dan penyair, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, mengaku terus terang bahwa semua penyair yang ada di negeri ini, terutama sekali penyair yang usianya di atasnya, adalah teman sekaligus gurunya.

“Saya menganggapnya demikian karena dalam banyak kesempatan, saya tidak sekadar curhat dengan mereka, tetapi juga belajar, terutama dalam proses kreatif kepenyairan. Continue reading “Gus Mus: Semua Penyair Guruku”

Inspirat Al-Nafis

Hasan Aspahani
batampos.co.id

AKA baginda pun menyuruh Punggawa Bakak menebas Pulau Penyengat Indera Sakti itu cucikan kerana Punggawa itu dia duduk di Penyengat ada empat lima buah rumah. Maka apabila sudah cuci Pulau Penyengat itu ditebas. Maka baginda pun membuat istana dengan kota paritnya dengan masjid balairungnya. Adalah yang memerintahkan segala pekerjaan itu Encik Kaluk bin Encik Suluh peranakan Bugis. Maka tiada berapa antaranya selesailah pekerjaan itu. Maka apabila selesai Pulau Penyengat itu jadi negeri tempat kerajaan maka baginda pun memindahkan paduka adinda Engku Puteri yaitu Raja Hamidah isterinya, ke istana Pulau Penyengat dengan orang baiknya dan anak raja seratanya. Continue reading “Inspirat Al-Nafis”

Bahasa ยป