Terowongan Maut Kohar Ibrahim

Dari Penerbit: Novel Sitoyen Saint-Jean: Antara Hidup Dan Mati ini berkisahkan seorang anak manusia, salah seorang putera kelahiran Jakarta 1942 yang mencintai tanah tumpah darahnya, bangsanya, kebudayaannya dan tentu saja Negara Republik Indonesia yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Namun setelah keberangkatannya pada 27 September 1965 ke Tiongkok kemudian terjadi Tragedi Nasional 1965, anak tunggal pasangan Ibrahim & Maemunah yang memiliki cita-cita dan ragam impian ini terpaksa menjadi salah seorang yang oleh mantan Presiden R.I. Gus Dur sebagai “kaum kelayaban” di Mancanegara alias kaum eksilan. Continue reading “Terowongan Maut Kohar Ibrahim”

Menyelami Kearifan Hidup

Lailiyatis Sa’adah*
http://www.jawapos.com/

Aku mencari jiwaku, tapi tak kutemukan jiwaku.
Aku mencari Tuhan, tetapi Tuhan menghindar dariku.
Ketika aku mencari sesamaku, aku malah menemukan ketiga-tiganya.

Cuplikan kalimat di atas adalah bagian kecil dari kekuatan isi yang begitu menghujam ke dalam sanubari setiap pembaca buku Cerita Kecil Saja ini. Stephie Kleden-Beetz, si penulis, sangat lihai dan fasih memainkan bahasa yang lugas, padat, cair, dan enak untuk dinikmati. Continue reading “Menyelami Kearifan Hidup”

Ia Tak Bunuh Diri di Hari Minggu

Indra Tranggono
jawapos.com

Tubuh Sateer membeku. Kapan jantungnya memutuskan untuk berhenti berdegup, hanya dia yang tahu. Sebuah riwayat telah ditutup dengan cara yang begitu teaterikal.

Di reruntuhan bangunan dekat pasar dan rumah ibadah di Kota Dazblath, Sateer merencanakan sendiri kematiannya. Tubuhnya serupa melayang di udara. Di lantai tiga sebuah gedung yang tidak utuh lagi, Sateer mengikatkan kedua tangannya pada kabel-kabel tembaga berukuran jempol kaki orang dewasa. Tubuhnya menjadi serupa kain yang menjuntai, melambai, bergenteyongan di udara. Baju longgarnya yang serbaputih –serupa jubah– berkibar-kibar. Continue reading “Ia Tak Bunuh Diri di Hari Minggu”

Bahasa ยป