KAJIAN SEBAB ATAS SUBYEK

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/2011/05/the-study-of-the-cause-on-subject/

Bagian II

Dalam menelaah konstruksi budaya, baik identitas-identitas personal maupun kolektif, teori kritis, teori budaya, lebih beralih dari menggunakan kata ?diri? (self) menjadi menggunakan istilah ?Subyek? (subject). Hal ini dikarenakan kata ?diri? secara tradisional memunculkan ide tentang identitas sebagai sebuah kepemilikan pribadi, sebuah gagasan mengenai individu sebagai unit dan otonom. ?Subyek? lebih mendua atau ambigu. Subyek bersifat pasif maupun aktif. (Dani Cavallaro, 2001). Continue reading “KAJIAN SEBAB ATAS SUBYEK”

Kritik Sastra – Memperkukuh Sains Sastra

Hudan Hidayat

Seperti ketika seseorang mencari alamat tempat tinggal seseorang yang lain dengan jalan berputar-putar, sains fisik pun akhirnya harus berhadapan dengan ukuran benda-benda: ia mengoperasikan aritmatika untuk menghitung panjang dan lebarnya alam. Atau, geometri untuk memahami ruang-ruang. Ia membuat hipotesa tentang massa dan energi dalam sebuah benda, dan atau relasi benda-benda. Ilmuwan bertekun di dalam laboratorium. Rumit, tetapi bukan hal yang mustahil. Continue reading “Kritik Sastra – Memperkukuh Sains Sastra”

KADO PENGHAMPIRAN SASTRA YANG “MEMBUMI” *

Suryanto Sastroatmodjo
http://pustakapujangga.com/?p=638

Lebih kurang 15 warsa silam, Pamusuk Erneste (dalam buku “pengadilan puisi” penerbit Gunung Agung Jakarta, 1986), menggambarkan bagaimana jauhnya bila jagad sastra (inklusif kepenyairan didominasi sejumlah nama, yang ingin bertahan sebagai idola, dan bukan sebagai creator), hingga publik sastra kecewa. Ia menyebut tentang Subagio Sastrowardoyo, Goenawan Mohamad dan WS. Rendra di tahun-tahun 70-an (setelah menikmati kemasyhuran hampir 25 tahun lebih, sementara kader-kadernya makin meredup masa itu), sehingga timbul sekelompok penyair muda yang merasa harus bertindak untuk mengembalikan dunia sastra di sudut penglihatan netral dan imbang, selaras dengan rising demans (tuntutan semakin meningkat). Continue reading “KADO PENGHAMPIRAN SASTRA YANG “MEMBUMI” *”

4 Karya Sastra Nominasi Penghargaan Sastra Indonesia Yogyakarta

Irene Sarwindaningrum
http://oase.kompas.com/

Empat buku sastra dinominasikan sebagai penerima Penghargaan Sastra Indonesia Yogyakarta 2009 yang diselenggarakan Balai Bahasa Yogyakarta. Keempatnya mengandung muatan lokal Yogyakarta yang kuat.

Keempat buku sastra terbitan tahun 2008-2009 itu adalah novel karya Mustofa W Hasyim Rumah Cinta terbitan Arti Bumi Intaran, kumpulan cerpen karya Labibah Zain Perempuan Kedua yang diterbitkan Jalasutra , kumpulan puisi karya Nur Wahida Idris Mata Air Akar Pohon terbitan SIC, serta novel karya Hadi S Khusi yang diterbitkan Diva Press. Continue reading “4 Karya Sastra Nominasi Penghargaan Sastra Indonesia Yogyakarta”

MENYONGSONG GENERASI TANPA KORUPSI

Maman S. Mahayana *

Dalam satu atau dua dasawarsa ke depan, mungkinkah di negeri ini lahir generasi tanpa korupsi? Selepas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar sejumlah kasus besar yang melibatkan beberapa anggota DPR, Jaksa, dan para petinggi negara, harapan menuju generasi tanpa korupsi bukanlah sebuah utopia. Apalagi jika ada gerakan bersama untuk menyatakan perang melawan korupsi. Oleh karena itu, langkah pemberantasan korupsi perlu diikuti dengan berbagai usaha pencegahannya. Continue reading “MENYONGSONG GENERASI TANPA KORUPSI”

Bahasa »