Gadis Penjaja Kata-kata

Dian Hartati
http://sudutbumi.wordpress.com/

Gadis itu tetap saja menjajakan kata-kata di gigir dingin. Masih ada lelah yang menggunung di dada segarnya. Matanya nyaris tak pernah tidur sepanjang malam, otaknya mereka-reka setiap kata yang akan diucapkan. Entah sudah berapa ribu malam ia lakoni pekerjaan itu, pekerjaan yang hanya menghasilkan beberapa ratus uang untuk makannya di siang hari. Siang hari tanpa kata. Continue reading “Gadis Penjaja Kata-kata”

PEMECAH BATU

Kusprihyanto Namma
http://www.republika.co.id/

Namanya Sidin. Tubuh pendek kekar. Kulit hitam terbakar. Rambut merah kusam. Jarang bicara. Apalagi tersenyum. Kerjanya buruh-memburuh. Bukan buruh tani. Tapi buruh pemecah batu.

Ia bekerja pada seorang juragan yang amat ia patuhi perintahnya. Ketika seorang kerabat juragan memenangkan tender pembongkaran gedung persidangan membutuhkan tenaga bongkar profesional, Sidin langsung diusulkan. Sidin tak bisa menolak. Continue reading “PEMECAH BATU”

“Pornografi” Dalam Puisi Dharmadi

Rukmi Wisnu Wardani*
http://www.kompas.com/

Dua buku kumpulan puisi, Aku Mengunyah Cahaya Bulan (AMCB) (2004) dan Jejak Sajak (JS) (2008), yang dikirimkan oleh penulisnya sendiri, Dharmadi, saya terima, setelah kami bertemu kembali beberapa bulan yang lalu, di acara bulanan Pasar Malam (Paguyuban Sastra Rabu Malam), salah satu komunitas pecinta sastra yang ada di Jakarta, yang awal berdirinya digagas antara lain oleh Johanes, Jonathan, Budhi Setiawan, Zai Lawanglangit, Ileng, yang menggelar acara rutinnya tiap Rabu malam akhir bulan, di Wapres (warung apresiasi) di kompleks Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan. Continue reading ““Pornografi” Dalam Puisi Dharmadi”

WARNA-WARNI WANITA PENYAIR*

Maman S. Mahayana**
http://mahayana-mahadewa.com/

Penyair sejati adalah pewarta yang menyampaikan sesuatu tidak untuk dirinya sendiri. Ia bukan sosok penyanyi di kamar mandi. Maka kegelisahan individu yang mengganggu seorang penyair, mesti berbuah menjadi problem yang menyangkut dan berkaitan dengan dunia sekitarnya. Kegelisahan seorang penyair ?atau sastrawan dan seniman pada umumnya?mestilah merepresentasikan problem individu dalam berhadapan dengan situasi sosio-kultural yang melingkarinya. Continue reading “WARNA-WARNI WANITA PENYAIR*”

Hak Cipta dan Hak Masyarakat

Beni Setia*
http://www.suarakarya-online.com/

SALAH satu realisasi sosialisasi sastra yang menonjol pada 2008 ini adalah penganugrahan hadiah sastra yang semakin dominan. Setidaknya setelah KLA yang diperuntukkan bagi buku-buku sastra yang terbit dalam rentang setahun sebelumnya – Juli 2007 sampai Juni 2008 -, muncul Hadiah Pena Kencana untuk puisi dan cerpen yang dipublikasikan lepas di koran-koran terpilih se-Indonesia. Sayang itikad baik, dengan nominal yang tak kecil itu, terantuk pada wibawa juri. Lebih tepatnya: selera penjurian yang dianggap subyektif, Continue reading “Hak Cipta dan Hak Masyarakat”