Membangkitkan Kembali Ruh Mpu Tantular

T.N Angkasa
oase.kompas.com, 18 Mar 2009

“Indoktrinasi yang dilakukan terhadap anak-anak kita sejak usia dini menciptakan konflik di dalam diri mereka. Doktrin yang mereka peroleh – termasuk cara makan, berpakaian dan lain sebagainya – membuat mereka tertutup” (hal 255)

Mpu Tantular menulis Kakawin Sutasoma untuk mengkritik Gajah Mada. Saat itu fondasi yang dipakai oleh Sang Maha Patih guna menyatukan Nusantara begitu rapuh. Deklarator Sumpah Palapa tersebut menggunakan strategi militer, ekonomi dan agama. Sebagai alternatif, Sang Mpu menawarkan pendekatan budaya untuk mengatasi krisis multidmensi yang mendera Majapahit. Continue reading “Membangkitkan Kembali Ruh Mpu Tantular”

Berbagi

Goenawan Mohamad
tempointeraktif.com

Bagaimana kita membebaskan diri dari terkaman Pasar?

Ada sejumlah pemikir murung yang berbicara tentang struktur sosial dan manusia; mereka umumnya mengatakan: tak ada lagi harapan. Kapitalisme merasuk ke manamana pada abad ke 21 ini. Modal dan Pasar menyulap manusia jadi bukan lagi subyek untuk selamalamanya. Kita tak bisa berharap dari Negara, yang bagi kaum pemikir yang muram itu tak jauh jarak-nya dari takhta Sang Modal Besar. Continue reading “Berbagi”

Aura Candi Seribu Buddha

Heru C.N.
http://majalah.tempointeraktif.com/

Pada mulanya Borobudur adalah bangunan suci untuk peribadatan. Spiritualitas apa yang bisa digali untuk masa depan?
AURA spiritual Borobudur pernah menjadi magnet bagi masyarakat. Seorang pengamat budaya Jawa, Suryanto Sastroatmodjo, menggambarkan kuil tersebut sebagai obyek turisme sekaligus ziarah spiritual pada 1950-an. Dalam bukunya Menyingkap Tabir Misteri Borobudur, ia melukiskan fragmen-fragmen yang menyentuh di hari-hari tertentu. Sekelompok pengunjung dari berbagai usia bertafakur berjam-jam di kaki candi, lalu berjam-jam pula menyusun jari sesembahan di antara stupa-stupa besar. Kadang ada peziarah yang bertafakur dengan air mata menetes. Kadang ada sepasang suami-istri yang menciumi stupa berbentuk genta seraya menatap keteduhan dan kedamaian wajah sang Buddha. Continue reading “Aura Candi Seribu Buddha”

SCIENCE FICTION SUPERNOVA

Maman S. Mahayana *

Dua tanggapan atas Supernova yang dimuat Kompas (C. Sri Sutyoko Hermawan, Kompas, 11/3/2001 dan Tommy F. Awuy, Kompas, 18/3/2001) memperlihatkan kecerdasan kedua penulisnya dalam menganalisis novel karya Dee (Dewi Lestari) itu. Sebagai sebuah kritik umum, kedua tulisan itu berhasil menyajikan sebuah apresiasi. Ia dapat merangsang pembaca untuk menyimak sendiri novel itu. Continue reading “SCIENCE FICTION SUPERNOVA”

Pergulatan di Bilik Kecil Citra Global

Joni Ramlan Menggantung Masa Lalu

Riadi Ngasiran*
http://www.jawapos.com/

Hal ihwal cinta selalu berkait akrab dengan kehidupan manusia. Para pakar psikologi boleh sibuk mendefinisikan cinta, mulai Ibn Hazm hingga Sigmund Freud, dengan berlembar-lembar definisi, tapi cinta mempunyai tafsir yang berbeda-beda. Ia sangat personal untuk dihikmati: definisi tak banyak memberikan manfaat, yang penting dijalani. Bila saja ingat ujaran orang-orang tua, sebagaimana termaktup dalam Wedhatama, ”ilmu iku kalakone kanti laku”, cinta termaknai dengan menjalaninya. Continue reading “Pergulatan di Bilik Kecil Citra Global”

Bahasa ยป