Satmoko Budi Santoso
Suara Merdeka
PERBINCANGAN hangat yang sekian waktu berlangsung dalam arena “analisis rumpian sastra” di harian Suara Merdeka ini menurut saya ada beberapa hal yang sebenarnya mubazir karena sesungguhnya rasionalisasi karya sastra kita sudah melampaui apa yang “dirumpikan”.
Dalam konteks perbincangan sebagaimana tendangan bola wacana yang ditulis Redyanto Noor dengan judul Kiat Merobohkan Menara Gading (Harian Suara Merdeka/23/72006), misalnya. Continue reading “Pusat Legitimasi Karya Sastra, Stigma, dan Perayaan Lokalitas*”
