Mempertimbangkan Sastra Buruh Migran

Beni Setia *
suarakarya-online.com

Insya Allah kalau tak ada rintangan, awal Februari mendatang, Tarini Sorrita – penulis yang bekerja sebagai buruh di Hong Kong – akan meluncurkan antologi cerpennya, Penari Naga Kecil, di Surabaya. Peristiwa budaya dengan pelaku khusus buruh migran ini bukan yang pertama kali, karena pada minggu terakhir Desember 2005 pernah dilakukan launching yang serupa – lihat, “Sastra Buruh Migran: Ad-vokasi tentang Kondisi TKI”, Suplemen Jatim, Kompas, 22/12. 2005, hlm. H. Continue reading “Mempertimbangkan Sastra Buruh Migran”

Warna Kesumba Seni Lekra

Bagja Hidayat
http://majalah.tempointeraktif.com/

Buku yang merekam gempita kesenian Lembaga Kebudayaan Rakyat. Dokumentasi penting, tak ada wawancara.

Laporan dari Bawah (Sehimpun Cerita Pendek Harian Rakjat 1950-1965)
Tebal: 558 halaman
Lekra Tak Membakar Buku (Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat 1950-1965)
Tebal: 582 halaman Continue reading “Warna Kesumba Seni Lekra”

Ideologi di Balik Identitas

GF Sasmita Aji
http://www.kr.co.id/

Identitas menjadi perlu tatkala seseorang berusaha melihat sejauh mana dirinya berbeda dari yang lain. Memang, ada sebagian orang merasakan bahwa perbedaan adalah pemicu konflik, namun tidak sedikit pula yang meyakini sebaliknya, yakni justru perbedaanlah yang membuat hidup manusia semakin sempurna dan indah. Di kasus kedua ini, harmonisasi kehidupan dipandang dari heterogenitas yang terjadi sehingga dengan demikian peranan setiap entitas menjadi penting dan tidak boleh dikesampingkan. Continue reading “Ideologi di Balik Identitas”

MELIHAT KOTA, MEMBACA SASTRA

Imam Muhtarom *

Perkembangan kota sebagai sebuah ruang yang benar-benar berbeda dengan desa, telah mengubah bukan hanya di tingkat bagaimana penghuninya memenuhi kebutuhan ekonominya tetapi juga bagaimana kesadaran para penghuninya. Jika dalam masyarakat desa memiliki ketergantungan pada alam, maka masyarakat kota memiliki cara lain dalam memenuhi kebutuhannya. Sistem sebagai sarana pengelolaan segala kebutuhan masyarakat kota merupakan seperangkat cara agar segala kebutuhan dan kepentingan dapat terakumulasi dengan baik. Continue reading “MELIHAT KOTA, MEMBACA SASTRA”

Novel Grafis, Komik atau Sastra?

BE Satrio
kompas.com

“Saya duduk dan coba membuat sebuah buku yang akan tampak sebagaimana lazimnya sebuah buku, dan sekaligus ingin mengerjakan komik dengan tema yang sebelumnya tidak pernah dibuat,” ungkap komikus Will Eisner dua tahun silam dalam sebuah wawancara dengan Time. Wawancara itu dilakukan dalam rangkaian peringatan 25 tahun lahirnya novel grafis di Amerika Serikat.

Ketika akhirnya karya itu selesai dan coba ditawarkannya ke beberapa penerbit, Eisner yang khawatir hasil kerjanya itu akan ditolak sebagai sebuah komik, mengatakan bahwa apa yang ia kerjakan itu adalah sebuah “novel grafis”. Continue reading “Novel Grafis, Komik atau Sastra?”

Bahasa ยป