Sastra Setelah “Pendidikan Ulang”

Yos Rizal S
ruangbaca.com

Karya-karya terjemahan dari penulis generasi “pendidikan ulang” Mao hingga penulis mutakhir Cina kini gampang ditemukan di toko buku. Siapa saja mereka?

Sepotong biola itu berubah menjadi sebuah ancaman. Seorang kepala desa di kaki gunung Burung Hong dari Langit di kota Yong Jing, Cina, membolakbalik biola seperti tengah mencari bubuk heroin yang mungkin disembunyikan di alat musik itu. Ia juga mencurigai biola yang dibawa dua orang anak muda di depannya sebagai senjata. Continue reading “Sastra Setelah “Pendidikan Ulang””

Sastra & Lokalitas, ‘So What Gitu Loh’…!

Ari Pahala Hutabarat *
lampungpost.com

DI Lampung perbincangan mengenai lokalitas sering menjebak kita untuk membawa kembali tradisi dari masa lalu ke masa sekarang. Kita takut sekali dianggap sebagai anak tiri atau anak haram dari tradisi.

Pertanyaannya, apakah kita mempunyai ayah dan ibu kandung tradisi ini? Apakah pernah ada orisinalitas itu, sesuatu yang murni, dari tradisi Lampung? Jawabnya, tidak ada. Continue reading “Sastra & Lokalitas, ‘So What Gitu Loh’…!”

Membuka Kembali Nyai Dasima

Hardiman
http://cetak.kompas.com/

Sastra Melayu Tionghoa telah lama terpinggirkan oleh arus utama (teori) sastra Indonesia. Di hadapan teori postkolonialisme, Nyai Dasima, misalnya, begitu penting sebagai obyek kajian. Nyai Dasima bukan sekadar teks yang dibangun oleh bahasa capcay, tetapi yang terpenting adalah representasi tentang kolonialisasi.

Berterima kasihlah kita kepada Bill Ashcroft, teorisi pertama yang memperkenalkan wacana postkolonial di dunia sastra. Continue reading “Membuka Kembali Nyai Dasima”

APRESIASI SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH

Maman S. Mahayana *

Apakah pengajaran sastra (Indonesia) di sekolah bertujuan agar siswa (a) menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan (b) menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia, atau agar siswa memperoleh pengetahuan (a) tentang sastra dengan berbagai teori dan (b) nama pengarang, judul, dan angkatan-angkatan? Continue reading “APRESIASI SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH”

Bahasa ยป