Nurhayati, ?Penyelam? Sastra ?La Galigo?

Suriani
http://www.sinarharapan.co.id/

MAKASSAR – Nurhayati, perempuan yang lahir di tanah Bugis, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) 29 Desember 1958 silam, telah menghabiskan separuh hidupnya untuk ?menyelami? sastra Bugis La Galigo yang merupakan sastra terpanjang di dunia, melebihi karya sastra Mahabaratha di India dan karya sastra lainnya.

Tak heran jika ketekunan ibu satu anak ini membawanya meraih gelar doktor, yang merupakan gelar untuk perempuan pertama di Indonesia bahkan di dunia, yang mampu merangkum dan merunut karya sastra La Galigo dari kumpulan dokumen. Continue reading “Nurhayati, ?Penyelam? Sastra ?La Galigo?”

Rumpal Jejak

Rengget Dyaloka
http://renggetdyaloka.com/

Jelajak kaki yang membentang di sepanjang bibir pantai hingga entah itu menghantui setiap susur-langkahku. Aku begitu tertarik dan bersemangat untuk mengikutinya, meski aku tidak tahu dan tidak yakin apakah itu jejak manusia atau makhluk lain. Aku tidak peduli. Telapakku membeku, aku menipuinya hingga menimbulkan sensasi hangat, tentu saja sambil masih menelusuri jelajak yang tercetak di bebutir pasir putih Pantai Adamangan. Continue reading “Rumpal Jejak”

Hidup Hanyalah Menunda Kekalahan

Sunaryono Basuki Ks
http://www.sinarharapan.co.id/

Memang, bagi Chairil Anwar, ?hidup hanyalah menunda kekalahan.? Lahir, hidup dan mati di tangan Tuhan. Semuanya rahasia Tuhan. Kalah dan menang juga rahasia Tuhan. Manusia wajib berusaha, soal kalah sudah menjadi garis tak perlu ditangisi.

Tapi bagi Bayu Sejati, hidupnya harus menunda kemenangan. Menang! Menang! Menang! Kemenangan suatu keniscayaan, sebagaimana kekalahan. Kemenangan bak datangnya matahari pagi dan kekalahan adalah matahari terbenam. Continue reading “Hidup Hanyalah Menunda Kekalahan”

Kota, Waktu, Puisi

Goenawan Mohamad
kompas.com

Perlu ada imajinasi arsitektural yang hendak merayakan nostalgia sebagai kesadaran puitis tentang masa lalu yang intim. Dengan demikian, sebuah kota membutuhkan sebuah “sajak panjang” dan tak hanya harus didirikan dengan ketidaksabaran.

Agaknya ada hubungan yang tersembunyi antara kesusastraan Indonesia, kota, dan sejarah. Hubungan itu tidak lazim dibicarakan, namun sebenarnya bukan sesuatu yang luar biasa jika kita ingat akan Revolusi Agustus, ketika dari Jakarta “Indonesia” dimaklumkan, dan sebuah negara-bangsa berangkat dari pertengahan abad ke-20. Continue reading “Kota, Waktu, Puisi”

Bahasa ยป