Gunawan Maryanto
suaramerdeka.com
DI DASAR LAUT AKU BERTEMU DENGANMU, KEKASIHKU. Lalu kamu bilang masuklah ke dalam telingaku. Aku menahan tawa. Mana bisa. Tubuhmu mungil. Kupingmu apalagi. Lembut dan kecil. Mana bisa aku masuk ke sana. Bisa, katamu sambil tersenyum. Masuklah segera. Continue reading “Selembar Kampung di Dalam Telingamu”
