Mustofa W Hasyim*
http://www.suaramerdeka.com/
SUATU hari, masih pada zaman Orde Baru, saya bersama seorang teman berburu naskah ke Salatiga. Ketemu dengan para pendekar pemikir bebas seperti Arief Budiman, Ariel Heryanto, dan George Yunus Adicondro yang waktu itu kaca rumahnya baru saja ditembak orang sehingga pecah berantakan. Seharian bertemu dengan tiga tokoh itu, ngobrol dan mencari kemungkinan-kemungkinan masa depan Indonesia yang makin menyesakkan nafas. Continue reading “Mata Air dan Kitab Kearifan”
