Zelfeni Wimra
padangekspres.co.id
Penyair Muda Versus Penyair Tua
Pada kisaran tahun 2005, sekumpulan penyair muda dari Jawa Barat dan Bali berembuk soal bagaimana menciptakan wadah berhimpun dan berdialektika dalam proses kreatif kepenyairan di Indonesia. Latar pemberangkatan mereka adalah kondisi ruang komunikasi dan kreasi penyair “muda” tidak memiliki ruang yang menggembirakan. Para penyair “tua” dipandang masih memerankan hegemoni, cenderung sentralistik dan memainkan standarisasi yang mengekang ruang ekspresi bagi yang muda. Continue reading “Blok-Blok Dalam Kepenyairan: Pengkhianatan Terhadap Humanisme”
