Jangan Kau Tusuk Hatiku dengan Tajam Pandangmu

Sunaryono Basuki Ks
http://www.lampungpost.com/

Kau letakkan pantatmu di atas kursi berkaki tinggi bertempat duduk bulat berlapis kulit warna cokelat tua di depan meja bar dan dengan serta merta kau pesan: “Lager satu!”

Kau sambar gelas bir itu setelah mengeluarkan satu lembar uang pound dan kau ucapkan thanks, kemudian matamu jelalatan terlempar ke seluruh sudut ruangan. Continue reading “Jangan Kau Tusuk Hatiku dengan Tajam Pandangmu”

MEMBACA PANORAMA CERPEN KOREA

Maman S. Mahayana *

Apa yang dikatakan Alexandre Sergevich Pushkin (1799-1837), tokoh pembaharu kesusastraan Rusia, tentang seorang penerjemah? “Penerjemah itu laksana kuda beban. Ia membawa harta kebudayaan sebuah bangsa dari satu negeri ke negeri lain.” Begitulah, berkat peran yang dimainkan seorang penerjemah, bangsa yang berada di negeri lain itu, serta-merta dapat menikmati harta kebudayaan bangsa lain. Continue reading “MEMBACA PANORAMA CERPEN KOREA”

Sampakan, Penolakan Identitas Estetik

Satmoko Budi Santoso
kr.co.id

Jika Albert Camus punya postulat “pemberontakan itu kreatif”, maka saya, dalam penggarapan pementasan kali ini punya satu pernya taan sekaligus pertanyaan, “Meniru itu kratif?”

Pertanyaan di atas dilontarkan Marhalim Zaini, sutradara pementasan lakon Pensiunan karya Heru Kesawa Murti, dalam leaflet pertunjukan yang digelar di Auditorium Jurusan Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, 2 Juni 2001 silam. Continue reading “Sampakan, Penolakan Identitas Estetik”

Bahasa ยป