Nyanyian Seribu Bulan

Abidah El Khalieqy*
http://www.jawapos.com/

Mungkin Hawa namanya. Tak penting! Ia datang setiap malam tanpa salam. Mencari lubang da?lam pori-pori kulit ini. Berumah da?lam tulang dan menjadi ombak di samudera hati. Ada Ken De?des di betis mulusnya. Ada Roro Jonggrang di mata beloknya. Ada De?wi Yunani di senyum bibirnya. Ada Fatimah ber?bunga-bunga di rambutnya. Ia tegak berdiri dan mencera?cau dalam kepalaku. Selalu. Tak kuasa aku menampiknya. Berminggu malam sudah. Berbulan dan tahun mengabadi dalam is?tana kesendirianku.

”Maaf, karena telah kerasan!” Ia girang menyapa. Continue reading “Nyanyian Seribu Bulan”

“Saya Cinta Kiai dan Pesantren”

Abidah El Khalieqy
Pewawancara: Muhammad Syaifullah
http://www.korantempo.com/

Abidah El Khalieqy tidak hanya dikenal sebagai penyair, tapi juga novelis yang produktif. Lima novel telah ditulisnya, selain buku kumpulan puisi dan kumpulan cerita pendek. Salah satu novelnya, Geni Jora, memenangi Lomba Penulisan Novel Dewan Kesenian Jakarta 2004. Perempuan kelahiran Jombang, 1 Maret 1965, yang mulai menulis sejak usia 12 tahun ini pernah memperoleh penghargaan seni dari Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (1998). Tahun lalu ia menerima Ikapi dan Balai Bahasa Award. Continue reading ““Saya Cinta Kiai dan Pesantren””

Lhok Samawi

Abidah El Khalieqy
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

TENTANG cinta? Aha! Telah berapa windu aku hidup di alam asing di sebuah negeri tanpa matahari berkota melompong tak ada telinga tak ada mata tak ada hati tempat kita merasa sebagai manusia. Dan kau bilang mau datang ke rumahku? Di mana? Coba katakan! Adakah rumah tanpa alamat nirkampung nirkota? Continue reading “Lhok Samawi”