Abidah El Khalieqy*
http://www.jawapos.com/
Mungkin Hawa namanya. Tak penting! Ia datang setiap malam tanpa salam. Mencari lubang da?lam pori-pori kulit ini. Berumah da?lam tulang dan menjadi ombak di samudera hati. Ada Ken De?des di betis mulusnya. Ada Roro Jonggrang di mata beloknya. Ada De?wi Yunani di senyum bibirnya. Ada Fatimah ber?bunga-bunga di rambutnya. Ia tegak berdiri dan mencera?cau dalam kepalaku. Selalu. Tak kuasa aku menampiknya. Berminggu malam sudah. Berbulan dan tahun mengabadi dalam is?tana kesendirianku.
”Maaf, karena telah kerasan!” Ia girang menyapa. Continue reading “Nyanyian Seribu Bulan”
