Afrizal Malna
AKU ingin hidup dalam tubuh seseorang, dalam kenyataan orang lain. Aku tahu itu tidak mungkin. Aku tahu itu sebuah dusta yang berusaha aku buat untuk diriku sendiri. Dusta murahan yang membuat manusia menjadi bahan olok-olok di dapur rumahnya sendiri. Suara panci, piring, gelas dan sendok yang menjadi gaduh. Continue reading “Seorang Hujan”
