Bandung Mawardi
Suara Merdeka, 25 Jan 2oo8
Bahasa adalah hantu untuk memberi ancaman hidup dan mati atas kelahiran puisi. Afrizal terus mengurusi bahasa sebagai dalil dan risiko. Eksplorasi dan eksplanasi tentang bahasa bertebaran dalam tubuh puisi.. Afrizal dalam puisi-puisi lama tampak mengimani dan mengamini bahasa melawan rezim. Puisi-puisi lama Afrizal kerap mengandung “dendam di setiap akhir kalimat”. Dendam itu perlahan menyusut dalam puisi-puisi mutakhir. Continue reading “Afrizal Malna: Bahasa adalah Hantu yang Mengancam”
