Aguslia Hidayah
korantempo.com
Nyak Ina Raseuki dan kawan-kawan menafsirkan kembali keroncong dan mementaskannya di Salihara pekan lalu. “Pepaya, mangga, pisang, jambu// dibawa dari Pasar Minggu// di desa banyak penjualnya// di kota banyak pembelinya”
Lagu keroncong lawas itu mengantarkan sensasi lain. Sensasi yang bukan ala Mus Muyadi, Sundari Sukoco, atau Anastasia Astutie. “Sensasi keroncong yang lain” itulah yang disajikan oleh sebuah kelompok musik keroncong yang menamakan dirinya Kroncong Tenggara di Salihara pada Jumat dan Sabtu malam pekan lalu. Berbalut baju putih-putih bersetelan kain sarung, mereka memperkenalkan kolaborasi musik khazanah nusantara itu dengan ragam genre musik lainnya. Continue reading “Cita Rasa Baru Keroncong”
