Ahda Imran
pr.qiandra.net.id
DALAM hampir semua novel Indonesia yang mencoba menempatkan alam tidak sekadar sebagai latar cerita, tetapi juga sebagai masalah yang diangkatnya. Alam bukankah ancaman yang mencemaskan dan menakutkan. Alam tidaklah diperlakukan sebagai problem yang serius. Bahkan, dalam banyak puisi penyair Indonesia, alam (laut, gubung, hutan, sawah) justru menjadi objek yang penuh pesona, inspirasi. Maka yang muncul adalah kekaguman mereka pada alam. Jejak alam dalam novel Indonesia adalah ekspresi kekaguman, keterpesonaan, dan hasrat melakukan persahabatan dan persaudaraan dengan alam. Continue reading “Alam yang tak Mencemaskan”
