Ahmad Tohari Bangkit Bersama Sang Penari

Linda Sarmili
suarakarya-online.com

Budayawan Ahmad Tohari merasa hidup lagi. Bangkit kembali bersama film “Sang Penari”, film terbaik hasil Festival Film Indonesia 2011, film nasional yang pembuatannya didasari oleh novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Bersama dengan larisnya film tersebut ditonton masyarakat luas, novel trilogi Ronggeg Dukuh Paruk juga diserbu pembaca. Banyak pengunjung toko buku Gramedia dalam beberapa bulan terakhir ini mencari novel tersebut di rak-rak buku sastra, tetapi selalu cepat kehabisan. Continue reading “Ahmad Tohari Bangkit Bersama Sang Penari”

SEBELUM JADI PENULIS, JADILAH PEMBACA YANG RAKUS

Petikan diskusi Ahmad Tohari dengan para murid SMU Pelita Harapan

ruangbaca.com

CAHAYA pagi masih melumuri lapangan basket SMU Pelita Harapan, Karawaci. Dua tim pelajar sedang baku serang untuk membukukan kemenangan. Tak jauh dari lapangan, terlindung dari sinar mentari yang hangat, sepetak ruang yang tersambung dengan kantin siswa disulap menjadi tempat pameran di mana ratusan buku terhampar. Continue reading “SEBELUM JADI PENULIS, JADILAH PEMBACA YANG RAKUS”

Kisah Sebuah Sumur

Ahmad Tohari *
republika.co.id

Seorang kiai muda punya pengalaman menarik dalam perjalanan hidupnya sebagai juru dakwah di daerah pedalaman. Suatu saat, dia datang ke sebuah wilayah abangan. Penduduk di sana mengaku beragama Islam, bersyahadat ketika menikah, dan dikhitan juga. Tapi, mereka tidak menjalankan syariat, seperti shalat dan puasa. Maka, kiai muda itu mengajak mereka menyempurnakan keislaman dengan menjalankan kewajiban yang masih tertinggal. Continue reading “Kisah Sebuah Sumur”

Bahasa ยป