SEBELUM JADI PENULIS, JADILAH PEMBACA YANG RAKUS

Petikan diskusi antara Ahmad Tohari dengan para murid SMU Pelita Harapan.
http://www.ruangbaca.com/

CAHAYA pagi masih melumuri lapangan basket SMU Pelita Harapan, Karawaci. Dua tim pelajar sedang baku serang untuk membukukan kemenangan. Tak jauh dari lapangan, terlindung dari sinar mentari yang hangat, sepetak ruang yang tersambung dengan kantin siswa disulap menjadi tempat pameran di mana ratusan buku terhampar. Sebuah spanduk terpampang: ?Bulan Bahasa 2006?. Ruangbaca mendekati gerai penerbit yang menjual trilogi Ronggeng Dukuh Paruk (RDP) dalam kemasan baru. ?Sudah habis terjual, pak,? jawab si penjaga gerai. Continue reading “SEBELUM JADI PENULIS, JADILAH PEMBACA YANG RAKUS”

Kisah Sebuah Sumur

Ahmad Tohari
http://republika.co.id/

Seorang kiai muda punya pengalaman menarik dalam perjalanan hidupnya sebagai juru dakwah di daerah pedalaman. Suatu saat, dia datang ke sebuah wilayah abangan. Penduduk di sana mengaku beragama Islam, bersyahadat ketika menikah, dan dikhitan juga. Tapi, mereka tidak menjalankan syariat, seperti shalat dan puasa. Maka, kiai muda itu mengajak mereka menyempurnakan keislaman dengan menjalankan kewajiban yang masih tertinggal. Continue reading “Kisah Sebuah Sumur”