1. IBU
Seorang ibu, bermata setajam tombak tulang, sendiri melintasi padang es di Pegunungan Kaukasia. Kelaparan memburu sukunya. Rambutnya masai, giginya hitam, tiga hari sudah lapar terkeji mencekik ususnya. Bermantel bulu beruang, cermat ia ikuti jejak-jejak kaki dan cecer darah seekor mamouth terluka. Terlindungi rahim yang hangat, 12.000 tahun lalu, janin itu, moyang segenap ras Arya, mulai belajar menendang perut ibunya. Continue reading “9 Cerita Mini Karya Ahmad Yulden Erwin *”

