Nada Puisi

Alex R. Nainggolan
http://www.suarakarya-online.com/

“Puisi datang pertama kali kepada kita lewat nadanya…”
Demikianlah Goenawan Mohammad menulis sebuah esai tentang sajak-sajak Subagio Sastrowardoyo. Puisi seperti menemukan artinya sendiri tanpa dituntun sekalipun. Ia barangkali mirip susunan nada musik yang nyentrik. Ia seperti orang buta yang mendengar susunan bunyinya sendiri. Continue reading “Nada Puisi”

Bunuh Diri

Alex R. Nainggolan
http://www.lampungpost.com/

Hari-hari ini makin banyak kita dikejutkan oleh perangai orang-orang yang memilih tragis untuk mengakhiri hidupnya. Dalam pelbagai berita termuat bagaimana upaya orang-orang itu untuk menghabisi kehidupannya sendiri. Untuk memilih mengakhiri kehidupannya, entah karena patah hati, terlilit utang, gagal dalam ujian, atau melakukan bom. Yang terakhir ini memang bukan cuma dirinya yang mati, melainkan setidaknya yang diharapkan oleh si pelaku ada orang lain juga yang tewas. Continue reading “Bunuh Diri”

Puisi Sebagai Perang Filsafat

Alex R. Nainggolan
Bali Post, 15 Mei 2011

PUISI merupakan sebuah permainan diri, di mana seluruh unsur tubuh bergerak. Sejumlah diksi yang tersusun, lebih layak disebut sebagai kesatuan yang unik. Posisi yang saling berjabat tangan. Maka puisi selalu berhadapan pula dengan filsafat, bagaimana penyair mengembalikan keyakinan, sikap, keraguan, kecemasan, kemarahan, kejengkelan, atau nuansa main-main terhadap hidup. Continue reading “Puisi Sebagai Perang Filsafat”

Jerit Diksi Sajak-Sajak Agit

Alex R. Nainggolan
lampungpost.com

SAJAK adalah sebuah medan tafsir, tempat segala kekayaan pengetahuan terangkum. Bukan karena imaji atau diksi yang terekam dalam setiap kata-katanya, melainkan ia seperti membuka rangkaian mitos kita tentang hal-hal atau cerahnya kata yang kita miliki. Sebuah sajak merupakan rekam jejak dari kata itu sendiri. Ketika menuliskannya, si penyair memang bekerja pada sebuah peristiwa—yang bagi saya “ajaib”. Ia, dengan kekayaan kosakata dan gayanya, meminjam ungkapan Joko Pinurbo menghadiahkan “ruang”-nya sendiri. Tentunya dengan kekayaan bacaan yang dimiliki si penyair itu sendiri. Continue reading “Jerit Diksi Sajak-Sajak Agit”

Hujan Telah Selesai

Alex R. Nainggolan
http://www.suarakarya-online.com/

Sore itu, ruang pengantin telah lengang. Ranjang perlahan-lahan mendingin. Pacu birahi padam. Lelaki yang dipanggil “Mas” itu menatap Dhesi, istrinya. Hujan di luar masih turun. Hening. Waktu berbenturan di setiap sudut ruangan. Selebihnya diam. Mereka berdua kembali mengenang percintaan yang baru saja selesai. Sisa dingin dari hujan seperti berjingkat kecil, pelan-pelan, seperti langkah yang berjinjit. Hanya suara angin yang berdesir, mengatup semua bulir. Continue reading “Hujan Telah Selesai”

Bahasa »