Posted by PuJa on December 5, 2008
Arie MP Tamba http://jurnalnasional.com/ Obyek semua karya sastra adalah realitas. Merupakan hasil kontemplasi dan interpretasi pengarang dengan dunia realitas di sekitarnya, baik berupa realitas sosial ataupun realitas ide. Griffith menegaskan bahwa sastra merupakan ungkapan dari pribadi yang menulisnya. Kepribadian, perasaan, respon, pandangan hidup atau keyakinan pengarang akan selalu mewarnai karya yang diciptakannya.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Arie MP Tamba http://www.jurnalnasional.com/ Solo, pada akhir 1960-an, kemandegan estetika tari Jawa telah membuat risau sebagian masyarakat pendukungnya. Di kalangan elite pertunjukan, lelangen bedaya dan srimpi yang merupakan simbol kejayaan raja-raja Jawa masa lalu mulai memudar. Bentuk koreografi liris yang anggun itu, telah kehilangan peran dan tak lagi diminati karena lama tak dipentaskan di kraton.
Filed under: Canting
Posted by PuJa on November 27, 2008
Arie MP Tamba http://www.jurnalnasional.com/ Ingatlah Mathias Ankakari. Sebuah cerpen karya Gerson Poyk yang mengisahkan perjalanan Mathias Ankakari asal Papua, ke Jakarta. Rasa takjub memenuhi kesadaran Mathias menemukan kontras ’hutan’ Papua dan Jakarta. Tapi Mathias kemudian agak bertanya-tanya tentang makna ’kemajuan’ yang seringkali diartikan dengan peradaban berpakaian. Sebab, di klub malam yang dikunjunginya, Mathias melihat pertunjukan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Arie MP Tamba http://www.jurnalnasional.com/ Bagi mereka yang mengakrabi cerita orang-orang Majus, yang dikisahkan sebagai tiga raja dari Timur dan menjadi saksi atas Hari Natal pertama (kelahiran Yesus) di dunia – nama-nama Baltasar, Melkior, dan Kaspar – tentu saja tidak asing. Mereka ini digambarkan sebagai raja-raja dari Asia, Afrika, dan Eropa.
Filed under: Canting
Posted by PuJa on November 23, 2008
Arie MP Tamba http://jurnalnasional.com/ Gedung Kesenian Jakarta, 24 Agustus 2006. Butet Kartaredjasa sedang memerankan Raden Mas Suhikayatno (RMS) dalam pertunjukan Matinya Toekang Kritik karya Agus Noor. Pementasan didukung oleh Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Kuaetnika, Teater Gandrik, dan Orkes Sinten Remen, yang melibatkan para seniman seperti Djaduk Ferianto, Whani Darmawan, Ong Harry Wahyu, Clink Sugiarto, Indra [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on November 13, 2008
Arie MP Tamba http://jurnalnasional.com/ Ben Anderson, sarjana Amerika yang pernah meneliti fenomena kebangsaan itu, sampai pada perumusan – bahwa bangsa adalah suatu komunitas politik yang dibayangkan – sekaligus terbatas maupun berdaulat. Segenap anggotanya memang tidak akan pernah saling mengenal satu sama lain, namun dalam benak, hidup suatu bayangan akan keterkaitan mereka.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on October 26, 2008
Arie MP Tamba http://jurnalnasional.com/ Kebesaran sebuah bangsa terekam dalam kekayaan mitologi dan legendanya. Judul : Mitos & Legenda China Penulis : ETC Werner Penerjemah : Johan Japardi Kategori : Non Fiksi Tebal : 414 hlmn Cetakan : Pertama Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on October 6, 2008
Jurnal Nasional, 28 Sep 2008 Arie MP Tamba Ketupat akan berdosa membelah ketupat ini beras-beras kasih, beras-beras rindu telah bersetubuh dalam rimba sanubari hingga alir sungai dari bukit azali akan sampai ke muara
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 28, 2008
Jurnal Nasional, 14 Sep 2008 Arie MP Tamba Ombak itulah yang membangunkan aku lagi padamu: rambutmu masih hijau meskipun musim berangkat coklat. Kujahit lagi robekan-robekan tahun pada gelisahku dan darahmu kembali mengatakan yang ingin diucapkan jantung.
Filed under: Esai