Film Perempuan dan Rezim Konsumsi

Bandung Mawardi
http://www.suaramerdeka.com/

KETAKJUBAN dunia terhadap film membuka pelbagai kemungkinan menjadikan film ruang permainan ideologis. Kronik film abad XX jadi penanda pergulatan ideologis untuk mencari pengesahan dan penampikan.

Film-film mutakhir pun eksplisit jadi etalase untuk memicu hasrat konsumsi perempuan. Film menjelma iklan panjang memikat karena bertaburan artis, benda konsumtif, dan ekstase cerita. Perempuan menonton film mirip prosedur pengesahan diri sebagai makhluk konsumen. Continue reading “Film Perempuan dan Rezim Konsumsi”

Amnesia Bahasa Indonesia dan Kritik Diri

Bandung Mawardi *
lampungpost.com

Negeri ini tak terbiasa dengan imajinasi, metafora, permainan bahasa, atau nalar bahasa. Pelbagai polemik dalam ranah politik, ekonomi, pendidikan, sosial, agama, dan kultural kerap disebabkan dari kenihilan pengetahuan atas bahasa.

Presiden pun repot dengan produksi bahasa dalam lakon politik. Orang-orang di parlemen tampak cerewet tapi susah membuat pertanyaan apik dan mengandung nalar kritis. Demonstrasi digelar dengan orasi dan spanduk tanpa kekuatan bahasa. Deskripsi kecil ini mungkin mengandung curiga akut bahwa orang-orang di negeri ini sudah melupakan sejarah bahasa Indonesia dan kekuatan dalam sekian praktek kehidupan. Continue reading “Amnesia Bahasa Indonesia dan Kritik Diri”

Bahasa yang ‘Diimani’ dan yang Terkapar

Bandung Mawardi*
http://www.lampungpost.com/

Sastra adalah ruang penciptaan, eksplorasi, dan pembunuhan bahasa. Kodrat ini memungkinkan penulis dan pembaca mengalami bahasa dengan perbedaan ideologi, etnis, agama, atau latar sosial-kultural. Bahasa dalam sastra memberi dan meminta untuk menentukan posisi diri dalam belantara wacana dan proses pembentukan atau keruntuhan negara. Continue reading “Bahasa yang ‘Diimani’ dan yang Terkapar”

Merayakan Semiotik dan Menafsirkan Budaya

Bandung Mawardi
http://www.suarapembaruan.com/
Judul: Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya
Penulis: Benny Hoedoro Hoed
Penerbit: Komunitas Bambu dan FIB UI
Terbit: 2008
Tebal: xv+172 halaman

Benny Hoedoro Hoed adalah sosok penting dalam dunia intelektual Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan suatu penerbitan buku Meretas Ranah: Bahasa, Semiotika, dan Budaya (2001) menghimpun 25 tulisan dari sekian penulis dengan pelbagai disiplin ilmu sebagai persembahan kepada Benny Hoedoro Hoed ketika pensiun dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Continue reading “Merayakan Semiotik dan Menafsirkan Budaya”

Bahasa ยป