Puisi-puisi Aksentuasif

Beni Setia
suarakarya-online.com

ADA luka ketika harus membolak-balik buku kumpulan puisi dua penyair Solo ini, yang dihadirkan dalam tehnik saling lekat punggung – singkur – singkuran mirip pengantin cemburu. Risalah Abad Bandung Mawardi itu menarik, dan Pigura Haris Firdaus sangat menarik, jadi kenapa harus menghadirkan yang satu dengan membalikkan yang lain? Apa tak bisa tertib disusun searah berdasarkan abjad dan diberi judul Solo Berdua? Continue reading “Puisi-puisi Aksentuasif”

Menyingkap Fenomena Penyair Muda Madura

Beni Setia
suarakarya-online.com

Tulisan S Yoga, “Geliat Penyair Muda Madura” [SK, 7/4. 2007], mengapungkan sebuah tanya dan satu pseudo jawaban. Pertanyaan itu adalah, dari empat kabupaten di Madura, Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan, kenapa hanya Sumenep yang banyak melahirkan penyair?

S Yoga mensinyalir stimulus tidak langsung dari tradisi intelektual mengkaji kandungan Qur’an di satu sisi, dan kebiasaan tilawatil Qur”an yang mirip seni baca puisi dan kebiasaan barzanji di pesantren pada kelahiran penyair – Continue reading “Menyingkap Fenomena Penyair Muda Madura”

Pergelaran

Beni Setia *
jawapos.com

PADA peta dengan skala 1:10.000.000, Dusun Nglaran, Desa Cakul, Kecamatan Dongko, yang terletak di jalur antara Trenggalek-Pacitan, mungkin hanya titik seukuran mikron -tak perlu diterakan- tak terlihat ada. Tapi, dalam Festival Sastra Jawa (FSJ) 2009 yang akan diselenggarakan pada 3-4 Agustus besok, tempat itu akan menjadi sumber pembuktian bahwa sastra Jawa masih ada dan bisa bertriwikrama menyatakan diri sehat setelah selama ini hanya diam di majalah bahasa Jawa dan tradisi tutur macapat atau wayang kulit. Continue reading “Pergelaran”

Bahasa ยป