Memopulerkan Karya Sastra

Bernando J Sujibto *
Kompas, 30 Des 2017

Usaha karya sastra menjadi populer atau bisa dinikmati secara populus (people, masyarakat luas) tentu saja tidak harus berasal dari sastra populer. Karya sastra populer menjadi populer sudah menjadi barang biasa, tetapi karya sastra serius kemudian menjadi populer akan memantik diskusi yang menarik dalam konteks kajian kebudayaan kita secara umum. Continue reading “Memopulerkan Karya Sastra”

Tragedi-tragedi di Tramway

Bernando J. Sujibto
Pikiran Rakyat, 04 Feb 2018

SALJU turun begitu deras pagi ini. Kota Konya telah sempurna menjadi putih seperti hamparan kain kafan yang panjang. Aku tak bisa memalingkan pandangan mataku kepada rumah-rumah dan pohon-pohon ringkih yang serupa jejeran batu nisan. Tak ada suara sama sekali yang bisa kudengar pagi ini, dari apartemen menuju durak tramway yang berjarak sekitar durasi menikmati segelas teh orang Turki. Di durak Fakuttas Hukum, ada beberapa orang yang tengah menunggu tramway. Aku tak bisa mengenali wajah mereka. Tubuhnya dibungkus rapat jaket tebal, penutup telinga, syal, dan topi dari bulu domba. Continue reading “Tragedi-tragedi di Tramway”

Sejarah Getir Etnis Tionghoa

Judul: Jalan Panjang Menjadi WNI, Catatan Pengalaman dan Tinjau Kritis
Penulis: Chris Verdiansyah
Kata Pengantar: Frans H Winarata
Penerbit: Buku Kompas
Cetakan: Pertama, 2007
Tebal: vii+236 halaman
Peresensi: Bernando J. Sujibto,
http://suaramerdeka.com/

ETNIS Tionghoa selama rezim Orde Baru mengalami tindak diskriminasi di bawah kendali pemerintah. Semua urusan yang berkaitan dengan kepentingan mereka ditutup akasesnya secara terselubung. Continue reading “Sejarah Getir Etnis Tionghoa”