Sekala, Siger, Borobudur (I)

Henry Susanto
http://www.lampungpost.com/

Mungkinlah Sekala adalah Sriwijaya? Mungkinkah Siger replika Borobudur? Mungkinkah Siger mahkota Pramodya Wardani? Bagaimanakah kemungkinan sejarahnya?

KISAH ini dimulai dari sejarah migrasi orang-orang dari negeri Hindustan (India) menyebar ke Nusantara yang terjadi ketika meletus perang besar Hindu-Buddha di daerah tersebut pada sekitar 100 tahun SM. Continue reading “Sekala, Siger, Borobudur (I)”

KRETEK SEBAGAI KRITIK KEBUDAYAAN

Waskiti G Sasongko
http://senimana.com/

3 Juni 1953, Agus Salim dan Sri Paku Alam beserta rombongan duta besar Indonesia mendapat tugas dari Soekarno untuk menghadiri upacara penobatan Ratu Elizabeth II. Di tengah-tengah jamuan serimoni agung tersebut Agus Salim menyalakan sebatang kreteknya, menghisapnya dalam-dalam dan menghembuskan keluar kuat-kuat. Pangeran Duke of Endiburgh, sang suami Ratu Elizabeth itu, tampak tidak senang menoleh ke kiri dan ke kanan sembari bertanya-tanya pada hadirin, dari mana bau tidak sedap itu datang? Continue reading “KRETEK SEBAGAI KRITIK KEBUDAYAAN”

Industri Warisan Budaya

Zacky Khairul Umam*
Media Indonesia, 25 Okt 2007

Bangsa kita sulit menjadi ‘tuan’ di rumah sendiri. Sadar atau tidak sadar, kita bukan lagi ‘pemilik’ dan ‘penentu’ nasib bangsa ke depan jika rasa handarbeni atau kepemilikan atas sumber daya alam dan kultur hilang perlahan-lahan. Rasanya, saking kayanya potensi segala sumber daya di negeri ini, segalanya dibiarkan begitu saja hingga tidak ada kepekaan untuk merasa kehilangan. Padahal, setelah kecolongan sumber daya dalam negeri, kita baru geger dan kehilangan. Continue reading “Industri Warisan Budaya”

Lawatan Budaya Menggugah Kekuatan Desa

Sabrank Suparno *

Perubahan Anda sudah disimpan

Berawal dari grenang-greneng antar seniman yang mengandaikan bagaimana caranya bisa mengekspresikan diri dalam satu forum dan tidak berbelit dengan urusan dana, lembaga dan atau instansi terkait, dari sanalah ide Lawatan Budaya muncul. Kemudian para seniman tersebut menyiasati daya untuk mewujutkan terlaksananya titik sentral ide tersebut. Sertamerta bagi yang ingin terlibat, pletikan kekuatan pun mulai terumus, bahwa tidak ada kata kunci yang jitu, kecuali membakar lemak jiwa dengan sistem‘rewang, soyo, gotongroyong, semua yang terlibat mengikhlaskan energi untuk urun mengisi agenda. Continue reading “Lawatan Budaya Menggugah Kekuatan Desa”

Oase Estetik di Tengah Modernitas: Sebuah Spirit Festival Kampung Cempluk 2011

Denny Mizhar *

Kampung, dengan adanya modernitas yang salah satunya ditandai dengan pembangunan membuatnya terpinggirkan. Lahan-lahan pertanian yang dijadikan mata pencaharian masyarakat kampung berubah menjadi perumahan mewah , rumah toko bahkan mall. Begitu pula dengan semangat gotong royong menjadi terkikis dengan sifat individualis masyarakat modern. Kesenian tradisional yang menjadi spirtualitas ekpresi masyarakat pun sudah jarang ditemui karena media-media yang lahir dari modernitas bermunculkan yang menawarkan kesenangan sesaat dan populer. Continue reading “Oase Estetik di Tengah Modernitas: Sebuah Spirit Festival Kampung Cempluk 2011”

Bahasa »