Candi Wasan, Warisan Masa Lalu yang Memaknai Masa Depan

Made Geria
http://www.balipost.co.id/

Balai Arkeologi Denpasar sempat mengadakan observasi ke Wasan, Batuan, Sukawati, Gianyar. Di lokasi ditemukan sejumlah peninggalan arca yang diperkirakan berasal dari abad XIV. Temuan lainnya adalah sejumlah komponen bangunan candi. Berdasarkan temuan monumental ini, Balai Arkeologi Denpasar mulai mengadakan ekskavasi di situs tersebut. Hasil ekskavasi dari beberapa tahapan diketahui bangunan candi Wasan masih tampak utuh hanya pada bagian kaki candi, sedangkan susunan bagian atas tersusun acak. Apa dan bagaimana sesungguhnya Candi Wasan? Continue reading “Candi Wasan, Warisan Masa Lalu yang Memaknai Masa Depan”

SOSIOLOGI BUDAYA DAN TEORI EVOLUSI BUDAYA

(Sebuah Lirikan Historis dan Prediksi Evolusi Budaya)

Janual Aidi

Melacak sejarah sosiologi budaya secara kultural mendalam merupakan kajian yang tak mudah. Memerlukan waktu yang banyak untuk menggali referensi ataupun cerita-cerita tentang awal mula ‘budaya’ atau ‘manusia yang menjadi subjek budaya’ ketika mulai berbudaya. Karena memang, antara sejarah, budaya, antropologi, arkeologi dan sosiologi tidak dapat dipisahkan. Continue reading “SOSIOLOGI BUDAYA DAN TEORI EVOLUSI BUDAYA”

Hati-hati dan Waspada di ‘Jaman Kaliyuga’ ini

Achmad Soeparno Yanto

Sugih ilmu lan sekti. Ngelmu lan kasekteni iku ora kanggo pribadi, nanging kanggo nulung marang sapada-pada. (Ilmu dan kesaktian itu bukan untuk diri kita sendiri, melainkan untuk menolong sesama)

Prabu Jayabaya, merupakan tokoh penting dalam dunia kejawen. Beliau merupakan seorang raja yang masyhur dari kerajaan Kediri (1135 – 1157 M). Prabu Jayabaya merupakan raja yang bijaksana dan memiliki pandangan yang futuristik. Kewaskitaannya, mewujud dalam “ayat-ayat” spiritual dan dipercaya akan benar-benar terjadi. Continue reading “Hati-hati dan Waspada di ‘Jaman Kaliyuga’ ini”

Syaer Sua, Hidupkan Huma Betang Budaya

M Syaifullah, Defri Werdiono
Kompas, 8 Juli 2010

?Cita-cita saya hanya satu. Jangan sampai adat budaya Dayak ditinggalkan. Saya lihat adat budaya kita makin tenggelam, lama-kelamaan nanti tinggal menjadi legenda.?

Kata-kata itu diucapkan Syaer Sua, seniman Dayak Ngaju, saat ditemui di tempat tinggalnya di Desa Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Juni lalu. Impian melestarikan seni budaya itulah yang menggerakkan Syaer Sua membangun dua huma (rumah) betang tahun 2002-2008. Continue reading “Syaer Sua, Hidupkan Huma Betang Budaya”

Samin Surantiko: Pembebas Kaum Kromo

Petrik Matanasi *
http://www.kompasiana.com/maspet

Tanah kering di Blora yang kaya hutan jati itu ternyata memiliki sosok Mahatma Gandhi yang telah membentuk masyarakat komunalnya seperti Utopia-nya Thomas Robert More. Sejarah Indonesia telah mencatat perlawanan Samin Surantiko, walau hanya sedikit.

Sebenarnya orang-orang Samin setelah kematian sang pemimpinnya yang bernama Samin Surontiko, tidak suka dijuluki Samin. Kata Samin memiliki konotasi bodoh, tapi bukan kebodohan karena tidak atau kurang cerdas, tetapi bodoh yang keras kepala dalam mengukuhkan pendirian mereka. [1] Orang-orang Samin lebih suka dijuluki Wong Sikep (orang yang bertanggungjawab dalam konotasi baik dan jujur). [2] Continue reading “Samin Surantiko: Pembebas Kaum Kromo”

Bahasa »