WONG PAK Akulturasi di Balik Barongsai

Tri Wahyuni
http://www.suarakarya-online.com/

Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1999 menjadi peristiwa paling bersejarah bagi Ronald Sjarif atau akrab dipanggil Wong Pak — pengusaha yang juga Ketua Persatuan Seni dan Olahraga Barongsai Indonesia (Persobarin) Jakarta. Karena, pada hari itu, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memperbolehkan kembali kesenian barongsai tampil di Indonesia. Continue reading “WONG PAK Akulturasi di Balik Barongsai”

Kehidupan Jalanan Pekerja Seni

Vini Mariyane Rosya
mediaindonesia.com

SEDERET karikatur orang terkenal, mulai proklamator Ir Soekarno hingga mantan Presiden Abdurrahman Wahid, ada di sana. Lukisan para tokoh pembuat sejarah itu dipajang rapi di depan taman Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Karikatur berisi kritik sosial dengan tulisan-tulisan indah yang merangkum gairah para seniman Pasar Baru dalam berekpresi juga terpampang. Para pengunjung dari lokal maupun mancanegara menikmati buah-buah karya seniman Pasar Baru. Continue reading “Kehidupan Jalanan Pekerja Seni”

REPRESENTASI IDEOLOGI FEMINISME DALAM MASYARAKAT SENTANI

(Kritik Sastra Feminis terhadap Cerita Rakyat Asal Usul Marga Ongge)
Siswanto

Abstrak
Perempuan Sentani memiliki peran yang sangat kompleks dalam hidup ini. Oleh karena itu ia dijuluki sebagai bumi (kani). Peran tersebut antara lain peran domestik yang berupa peran reproduksi dan produksi sedangkan peran publik berupa peran adat. Continue reading “REPRESENTASI IDEOLOGI FEMINISME DALAM MASYARAKAT SENTANI”

KEBUDAYAAN LOKAL VERSUS KEBUDAYAAN GLOBAL: HIDUP ATAU MATI? *

Dr. Dewi Yuliati M.A.[1]
http://staff.undip.ac.id/

Abstract

This article presents the discussion about the position of Indonesian local culture among the global culture. The Indonesian local culture was always developed by the influences of global culture which entered Indonesia since the pre-history times until the modern era. The conclusion is that that there were many threats to the existence of the local culture, so the Indonesian people should strengthen their self confidences and national character. Continue reading “KEBUDAYAAN LOKAL VERSUS KEBUDAYAAN GLOBAL: HIDUP ATAU MATI? *”

Sandekala Mei 1998

Adi Marsiela
__Suara Pembaruan, 27 Mei 2008

“SANDEKALA memiliki beragam arti. Setidaknya itu yang saya ketahui. Semasa kecil, saya mengenalnya sebagai sosok raksasa akan datang mengambil anak nakal. Itu kata orang-orang di sekitar rumah saya.”

Namun, buat Wawan Sofwan, seorang sutradara teater, sandekala bukan lagi berarti sosok raksasa. Sebuah buku untuk anak-anak mencantumkan sandekala sebagai gejala alam akibat perubahan waktu yang terjadi dari siang ke malam, ditandai oleh adanya lembayung. Cuaca pada saat itu sangat tidak baik untuk kesehatan. Continue reading “Sandekala Mei 1998”

Bahasa ยป