Hujan Bulan Juni

Adi Marsiela
Suara Pembaruan, 3 Juli 2007

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu- ragu di jalan itu.

Penggalan musikalisasi puisi Hujan di Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono yang dinyanyikan Dua Ibu (Reda dan Tatyana) terdengar sayup-sayup di amphitheater Selasar Sunaryo Art Space, Continue reading “Hujan Bulan Juni”

Novelis “Pemberontak” yang Cinta Tanah Leluhur

Elly Burhaini Faizal
Suara Pembaruan, 24 Juli 2007

SUNGGUH, malang nian nasib manusia Indonesia! Sebagai manusia, ia nilainya nol di mata manusia Indonesia yang lain. Manusia Indonesia tidak berharga, kecuali jika ia punya definisi hubungan dengan sesama manusia Indonesia yang lain atau masyarakat secara lebih luas. Ismet Fanany, sastrawan asal ranah Minang yang kini bermukim di Australia, barangkali satu dari segelintir orang yang sadar betapa rendahnya nilai manusia Indonesia. Keprihatinan itulah yang tertuang pada Bulan Susut, novel terbaru Ismet yang diterbitkan belum lama ini. Continue reading “Novelis “Pemberontak” yang Cinta Tanah Leluhur”

Saat Duo Cerbon Berpadu

MAAF, MAAF, MAAF
Karya dan sutradara: N. Riantiarno
Pemain: Syaeful Anwar, Ratna Riantiarno, Prijo S. Wienardi, Sari Madjid, Cornelia Agatha, Embie C. Noer (dalang)
Skenografi: Syaeful Anwar Penata Musik: Embie C. Noer
Penulis catatan: Akmal Nasery Basral
majalah.tempointeraktif.com

Sepotong senja yang ranum itu dibuka dengan pemotongan tumpeng. Tiga potong tumpeng itu seperti sekumpulan bab dalam sebuah kitab klasik. Continue reading “Saat Duo Cerbon Berpadu”

Lawatan Budaya Menggugah Kekuatan Desa

Sabrank Suparno *

Perubahan Anda sudah disimpan

Berawal dari grenang-greneng antar seniman yang mengandaikan bagaimana caranya bisa mengekspresikan diri dalam satu forum dan tidak berbelit dengan urusan dana, lembaga dan atau instansi terkait, dari sanalah ide Lawatan Budaya muncul. Kemudian para seniman tersebut menyiasati daya untuk mewujutkan terlaksananya titik sentral ide tersebut. Sertamerta bagi yang ingin terlibat, pletikan kekuatan pun mulai terumus, bahwa tidak ada kata kunci yang jitu, kecuali membakar lemak jiwa dengan sistem‘rewang, soyo, gotongroyong, semua yang terlibat mengikhlaskan energi untuk urun mengisi agenda. Continue reading “Lawatan Budaya Menggugah Kekuatan Desa”

Bahasa »