Jejak Langkah Sanggar Belajar Bareng Gubug Liat

Rahmat Sularso Nh*
http://www.radarmojokerto.co.id/

Jombang sebagai kota dengan demografi yang strategis karena representatif dalam jalur transportasi, pergerakan ekonomi, serta arus kebudayaan. Tidak pelak kondisi ini benar-benar terasa dalam arus budaya yang terus berkembang dan mengalami kondisi bergeliat akhir-akhir ini semangat penggiat seni Jombang. Terlihat dari pelbagai kantong-kantong kesenian mulai berjalan dengan genre yang di bawanya. Continue reading “Jejak Langkah Sanggar Belajar Bareng Gubug Liat”

Pesantren “Gudang Sastra” dan Kiai “Makelar Budaya”

Fathurrahman Karyadi *
radarmojokerto.co.id

Kamis malam Jumat (9/6/11), penulis menghadiri undangan sebagai pemateri sastra di FKJS (Forum Kajian Sastra) di Pesantren Langitan Tuban. Meski jumlah peserta hanya 40-an santri dari 1500-an santri, namun mereka sangat antusias sekali. Bayangkan saja, acara dimulai ba?da isya hingga pukul 23.00 WIB. Bagi mereka sastra bukanlah hal yang serius dan sulit, namun sebuah kebiasaan/budaya sehari-hari yang mengasyikkan. Continue reading “Pesantren “Gudang Sastra” dan Kiai “Makelar Budaya””

Menimbang Rekomendasi Jelang KBJ V

Catatan Rakor dan Singkronisasi Pengembangan Sastra Budaya di Jawa Timur
Anjrah Lelono Broto *)
http://www.radarmojokerto.co.id/

Apabila tidak ada aral yang melintang, Surabaya mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Kongres Bahasa Jawa V (KBJ V), Nopember 2011 ini. Jelang peristiwa kebudayaan berskala internasional tersebut, Pemprov Jawa Timur menggelar agenda bertajuk ?Rapat Koordinasi dan Singkronisasi Pengembangan Sastra Budaya di Jawa Timur? (baca, rakor) yang bertempat di Hotel Satelit Surabaya (15 ? 17 Juni 2011). Continue reading “Menimbang Rekomendasi Jelang KBJ V”

Maiyah, Cak Nun dan Perjalanannya

Suharsono *
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

Maiyah adalah sebuah pergumulan orang-orang yang datang dari berbagai elemen dan organisasi yang berbeda-beda namun mempunyai tujuan sama, yaitu mencari ridho Alloh. Dalam Jama?ah Maiyah tidak ada pemimpin dan anggota. Siapa pun diperbolehkan memandu acara, bertadarrus, memimpin wirid, sholawat dll tidak harus orang yang bersuara bagus (merdu) seperti Zainul ataupun mBak Nia, melainkan yang ihlas berma?iyah. Continue reading “Maiyah, Cak Nun dan Perjalanannya”

Bahasa ยป