Eureka! Kitab Melayu Tertua

Andari Karina Anom
http://majalah.tempointeraktif.com/

NUN di sebuah kampung di pinggir Danau Kerinci, Sumatera Utara, rahasia itu mendekam. Sekitar 700 tahun ia meringkuk dalam sebuah guci tembikar yang terkunci dalam sebuah peti. Tak boleh dilongok, kecuali lewat prosesi sangat spesial dua atau tiga kali dalam satu abad.

Itulah Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah, dari abad ke-14. Sebuah bundel teks berbahasa Melayu tertua yang masih eksis dan ditemukan pada masa kini. Continue reading “Eureka! Kitab Melayu Tertua”

Jejak Boekhandel Tan Khoen Swie

Seno Joko Suyono, Dwijo Maksum, Imron Rosyid,
Lucia Idayani, Istiqomatul Hayati, Nurdin Kalim
majalah.tempointeraktif.com

Di atas pintu depan toko itu hanya terlihat papan kayu biru kusam bertuliskan “SURABAYA”. Toko di Jalan Dhoho, Kediri, itu menjual bahan makanan seperti abon, dendeng, ke-rupuk. Pada era 30-an, toko itu bernama “SOE-RABAIA”, terkenal sebagai pusat penjualan ban Dunlop dan onderdil mobil. Continue reading “Jejak Boekhandel Tan Khoen Swie”

Bookhandel Tan Khoen Swie

Harta Karun Tan Khoen Swie
Seno Joko Suyono, Dwidjo Maksum, Imron Rosyid
http://majalah.tempointeraktif.com/

TOKO Tan Khoen Swie, Sedia Boekoe Djawa, Melajoe dan Ollanda. Foto tahun 1920-an itu menunjukkan sebuah bangunan di kompleks pertokoan Jalan Dhoho 165, Kediri. Dan tempat yang sekarang dipakai untuk menjual abon, dendeng, dan kerupuk serta menjadi tempat praktek dokter gigi itu dulunya penerbit buku. “Ya, inilah sisa peninggalan kakek buyut saya,” kata Dokter Gigi J. Sutjahyo, yang merupakan cicit Swie. Continue reading “Bookhandel Tan Khoen Swie”

Puisi Cinta di Panggung Pelangi Sastra Malang

Yesi Devisa *

Sebagian orang berargumen bahwa puisi cinta itu sampah, rayuan gombal dan 99% bohong. Bahkan pendapat yang lebih ekstrem mengatakan bahwa puisi cinta itu menjerumuskan. Mungkin harus ada pelurusan dalam hal ini. Salah satunya dengan adanya pementasan pembacaan puisi seperti acara “Pelangi SastraMalang [on Stage] #9: Words War, Perang Kata dalam Puisi Cinta” yang diselenggarakan di lorong masjid AR-Fachruddin, Universitas Muhammadiyah Malang Continue reading “Puisi Cinta di Panggung Pelangi Sastra Malang”

Irshad Manji: Idola Kaum Liberal!

Adian Husaini
http://pemikiranislam.multiply.com/

assalaamu’alaikum wr. wb.

Sejumlah orang yang akan berdialog dengan kaum liberal saya beri saran agar jangan pakai dalil ayat-ayat Al-Qur’an. Sebab, banyak kaum liberal yang sudah tidak percaya lagi pada keotentikan Al-Qur’an, sehingga tidak ada gunanya dalil Al-Qur’an untuk mereka. Memang ada diantara mereka yang masih percaya Al-Qur’an sebagai wahyu Allah, tetapi banyak pula diantara mereka yang memiliki pandangan dan penafsiran yang berbeda. Continue reading “Irshad Manji: Idola Kaum Liberal!”

Bahasa »