Alloh: Cahaya di Atas Cahaya

(Catatan pengajian Padhang mBulan tanggal 19 Pebruari 2011)
Sabrank Suparno

Alloh? Sepertinya kita sudah mengenal, entah berapa prosen perangkat informasi tentang Dia yang pernah kita terima. Atau, sesungguhnya kita adalah bagian dari susunan ‘tubuh’Nya dalam struktur berjenjang makro kosmos, namun karena kita tidak terima untuk mengakui bahwa kita bagian terkecil dariNya dan kita berhasrat menggebu menarik Dia ke dalam bagian kita, segala kesuksesan, segala apa yang kita miliki, membuat kita enggan mengakui bahwa sebetulnya kita sudah berada di dalamNya. Continue reading “Alloh: Cahaya di Atas Cahaya”

Puisi Douglas Malloch dan Taufiq Ismail

++ Puisi Douglas Malloch dan Taufik Ismail

Be the Best of Whatever You Are By Douglas Malloch If you can’t be a pine on the top of the hill, Be a scrub in the valley — but be The best little scrub by the side of the rill; Be a bush if you can’t be a tree. If you can’t be a bush be a bit of t…he grass, And some highway happier make; If you can’t be a muskie then just be a bass — But the liveliest bass in the lake! Continue reading “Puisi Douglas Malloch dan Taufiq Ismail”

Etsa-Etsa Alit Rembrandt

Seno Joko Suyono
http://majalah.tempointeraktif.com/

Ukurannya mungkin hanya dua kali lebar kartu truf. Dalam bidang yang sedemikian kecil itu tersaji gambar-gambar cetakan yang memukau. Dari kisah kebangkitan Lazarus sampai cara berjalan para pengemis di Amsterdam pada abad ke-17.

Rembrandt van Rijn (1606-1669) adalah puncak keemasan seni rupa klasik Belanda. Di samping karya-karya lukisan, sering disebut ia maestro etsa. Pencapaian karya etsa-etsanya tidak kalah dengan lukisannya. Sejak zaman Rembrandt sendiri, etsa-etsanya sudah diburu oleh kolektor. Continue reading “Etsa-Etsa Alit Rembrandt”

Ulrich Kozok: Tinjau Kembali Sejarah Bahasa Melayu

Pewawancara: Andari Karina Anom
http://majalah.tempointeraktif.com/

Dia ahli filologi ilmu tentang teks dan bahasa kuno yang menekuni studi bahasa Batak dan Melayu. Dilahirkan di Hildesheim, Jerman, Ulrich Kozok, 47 tahun, menguasai bermacam bahasa Batak: Karo, Angkola, Mandailing, Pakpak, Simalungun, dan Toba.

Uli begitu panggilannya -kaya pengalaman akademis: tujuh tahun mengajar di Universitas Auckland, Selandia Baru; setahun di Universitas Sumatera Utara; dan kini menjadi dosen di Universitas Hawaii, Amerika Serikat. Continue reading “Ulrich Kozok: Tinjau Kembali Sejarah Bahasa Melayu”

Bahasa »