‘Pukau Teluk Semaka’

: Catatan Batu Bedil Award 2010

Ari Pahala Hutabarat, Isbedy Stiawan ZS, Jimmy Maruli Alfian
lampungpost.com

Metafora merupakan jalan tengah antara hal yang tak bisa dipahami dan hal-hal yang bersifat umum. (Aristoteles)

MENGGAGAS strategi kebudayaan tidak bisa bertolak dari ruang hampa. Ia harus senantiasa diperhitungkan. Terlebih lagi sinyalir para cerdik cendikia yang menyebutkan bahwa bangsa ini tengah mengalami defisit kebudayaan. Maka dalam konteks sastra, sebagai penopang struktur budaya, kegiatan yang memacu apresiasi dan kreativitas masyarakat harus pula diperhitungkan dengan bijak. Continue reading “‘Pukau Teluk Semaka’”

Laskar Pelangi di Sekitar Kita

Pradana Boy ZTF *
averroes.or.id

SETELAH ikut mengantre tiket dan berdesak-desakan selama satu jam, akhirnya saya berkesempatan menyaksikan film Laskar Pelangi di layar lebar, kurang lebih seminggu yang lalu.

Meski tak sampai berderai air mata seperti penonton di kanan kiri saya, dan juga sebagian besar penonton; saya merasakan keharuan yang luar biasa selama dua jam menyaksikan film itu; dan keharuan itu mendesak-desak hendak meledak menjadi tangisan. Lebih dari sekadar keharuan, saya menangkap pesan moral yang terlampau gamblang yang hendak disampaikan oleh film itu. Continue reading “Laskar Pelangi di Sekitar Kita”

Machiavellian

Zulkarnain Zubairi
http://www.lampungpost.com/

APA itu yang disebut demokrasi, kedaulatan rakyat, aspirasi, partisipasi, keadilan, tekanan, legitimasi, kebijakan. Itu hanya ada dalam kamus politik. Realitas politik tak butuh itu semua. Yang ada adalah kasidah: Ya dana ya dana dana…

Ketika Mamak Kenut mencoba menjelaskan berbagai fenomena dari kemaruknya eksekutif dan legislatif, ia kembali mendapat makian. Machiavellian! Continue reading “Machiavellian”

Mengenang Setahun Sastrawan Asrul Sani

Aminullah HA Noor
suarakarya-online.com 15-1-2006

Rabu 11 Januari lalu tepat setahun meninggalnya sastrawan Asrul Sani. Kepergian beliau tahun lalu, mengejutkan Penulis ketika menyadari kematian sastrawan besar itu melalui SMS yang dikirimkan seorang rekan.

“Bang Asrul, pencetus humanisme universal itu sudah tiada. Ia meninggal disaat negeri menjadi tempat persembunyian manusia yang menginjak-injak humanisme.” begitu bunti SMS dari rekan yang mengabari hari kematian Asrul Sani. Continue reading “Mengenang Setahun Sastrawan Asrul Sani”

Bahasa ยป