Muhajir Arrosyid SPd
http://suaramerdeka.com/
KARYA sastra di Indonesia sampai sekarang tidak memberi tempat atau bahkan mungkin melecehkan kaum perempuan. Itu bisa terjadi, karena pengarang karya sastra masih didominasi kaum laki-laki. Dengan kelelaki-lakiannya itu, dia punya semacam cara berpikir yang masih condong kepada kaumnya. Bisa saja karena pengarang perempuan belum berani memberontak terhadap rongrongan sastrawan laki-laki. Dengan demikian, sastra juga memperkosa keperempuanan. Continue reading “Sastra untuk Pemberdayaan Perempuan”
