Temu Sastrawan Indonesia II: Sastra Indonesia Pascakolonial, 30 Juli-2 Agustus 2009
Y. Thendra BP
Sastra moderen Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perpanjangan dan politik kolonial Belanda dengan keberadaan Balai Pustaka-nya pasca lingua franca, bahasa Melayu menjadi bahasa administratif pemerintahan lewat pengajaran di sekolah. Keberadaan sastra moderen Indonesia sebagai sastra pascakolonial, tentu berbeda dengan sastra pascakolonial di negara-negara Dunia Ketiga lainnya. Continue reading “Mencari Identitas Sastra Indonesia”
