Profil Novelis Kursi Roda dari Malang

Nur Cholish Zaein, Taufik Alwie
http://www.gatra.com/

Sulit membayangkan betapa beratnya menjalani hidup dengan kedua tangan dan kaki tak berfungsi. Apa yang bisa dilakukan dengan keterbatasan fisik tadi? Ah, ternyata bagi Ratna Indraswari Ibrahim, kekurangannya itu tidak menjadi halangan untuk berkarya dan menjalani hidup dengan ceria dan penuh optimisme.

Siapa mengira, perempuan 61 tahun yang akrab disapa Mbak Ratna itu telah menghasilkan karya-karya di bidang sastra. Subhanallah! Karyanya yang berbentuk antologi cerita pendek ataupun novel tersebar di pelbagai media cetak, juga dalam bentuk buku. SebutlahMenjelang Pagi (1995), Dua Tengkorak (2000), dan Lakon di Kota Kecil (2001). Continue reading “Profil Novelis Kursi Roda dari Malang”

Sinerginya Sastrawan dengan Aparat

Sabrank Suparno

Secara filologis, nilai sastra di Indonesia mengalami perubahan sejak tahun 1998. Perubahan itu dipengaruhi oleh bergulirnya reformasi: terbukanya pagar demokrasi terpimpin (zaman Soeharto). Masa reformasi ini kemudian membentuk entitas baru, dimana sistem kebebasan menjadikan gerakan apapun tampil seperti harimau lapar yang berlarian keluar dari ladang. Senyawang pintu pagar terbuka lebar. Continue reading “Sinerginya Sastrawan dengan Aparat”

MENGHIDUPKAN DUNIA LIAR MIMPI

Rieza Fitramuliawan
http://www.ruangbaca.com/

Hari itu ratusan orang mengantre di toko buku Kinokuniya Singapura. Sekelompok remaja terlihat memakai kostum mirip para tokoh dalam serial The Sandman. Para remaja putri memakai kostum baju kawinan warna hitam dengan rok panjang menjulur ke lantai. Wajah mereka dicat putih. Sementara para remaja pria memakai jubah panjang dan rambut jingkrak dengan muka bermaskara hitam Hajatan apakah yang membetot perhatian ratusan orang bahkan lebih dari seribu orang dalam dua hari pada pertengahan tahun lalu itu? Continue reading “MENGHIDUPKAN DUNIA LIAR MIMPI”

Bahasa ยป