Penolakan Kembali Hampiri Penghargaan Achmad Bakrie 2010

Aguslia Hidayah
http://www.tempointeraktif.com/

Memasuki tahun ke delapan, Penghargaan Achmad Bakrie 2010 (PAB), kembali membidik lima ?pejuang? yang berdedikasi tinggi. Mereka adalah Daniel Murdiyarso untuk bidang sains, Daoed Joesoef dari bidang pemikiran sosial, Sitor Situmorang sebagai perwakilan bidang kesusastraan, Sjamsoe’oed Sadjad dalam bidang teknologi, dan S. Yati Soenarto di bidang kedokteran. Continue reading “Penolakan Kembali Hampiri Penghargaan Achmad Bakrie 2010”

Pemerintah, Seniman, dan Kesenian

Tri Purna Jaya
http://www.lampungpost.com/

Pemerintah sebagai pemegang kebijakan dan pengayom masyarakat harus ikut andil dalam upaya pelestarian dan keberlangsungan proses kesenian.

Hal tersebut mengemukan pada diskusi Bilik Jumpa Seniman Mahasiswa (Bijusa) yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Unila di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unila, Sabtu (20-2). Continue reading “Pemerintah, Seniman, dan Kesenian”

Menelusuri Lampung lewat ?Cerbun?

Imelda
http://www.lampungpost.com/

Siang menjelang sore hari pertama bulan Februari, saya mendapatkan sebuah pesan pendek dari seorang teman bahwa buku Cerita-Cerita Jak Bandar Negeri Semuong (selanjutnya disebut CBNS) mendapatkan penghargaan Rancage Rancage 2010.

UNTUK berita itu saya sungguh bersuka cita sekaligus sepakat bahwa penghargaan itu pantas didapatkan oleh Asarpin Aslami, karena 17 cerbun(cerita buntak = cerita pendek) yang ditulisnya memang bagus dan hidup karena ketika membaca saya bisa merasakan emosi yang beragam. Continue reading “Menelusuri Lampung lewat ?Cerbun?”

Ihkwal M. Aruk Gelar Segalakena

Sudarmono
http://www.lampungpost.com/

Teater Satu Lampung mementaskan Aruk Gugat karya Iswadi Pratama, 11–13 Maret, di Taman Budaya Lampung. Persepsi Iswadi begitu benderang mengeja detail kecenderungan sirat miring Lampung yang kental.

Keluarga Rustam Abdul Gani gelar Tiang Dirangkuman bin Datuk di Ulu Sungai. Gelar amat prestisius di kampung itu didapat dengan menggiring tujuh kerbau dari kandang ayahnya ke arena jagal adat untuk pesta masyarakat. Syair-syair tua dibacakan, pantun-pantun kearifan dialunkan, dan sanjung-hormat dipersembahkan. Mendesirlah darah biru dalam tubuhnya, dan kerja kasar bukan lagi bagiannya. Continue reading “Ihkwal M. Aruk Gelar Segalakena”

Film Bollywood, Memang Kenapa?

Teguh Prasetyo
http://www.lampungpost.com/

Wabah film India dengan kekhasan ada lagu dan tarian sempat digunakan di beberapa film Indonesia era 70–80-an, terutama yang menghadirkan Raja Dangdut Rhoma Irama sebagai pemeran utamanya.

KALA itu, Bollywood pernah begitu berjaya di bioskop Tanah Air. Dulu nama-nama seperti Sri Devi, Amitabh Bachan, dan beberapa aktor dan artis India menjadi idola. Continue reading “Film Bollywood, Memang Kenapa?”

Bahasa ยป