ILenk Rembulan
oase.kompas.com
Sebagian masyarakat pasti berpikiran bahwa puisi terdiri dari kumpulan kata yang penuh makna, kesan metafora dan njelimet bahkan sebagian berkata bahasa dewa atau bahasa Jiwa. Namun ditangan Slamet Widodo, puisi berubah menjadi lebih rileks, kadang menabrak pakem juga terkesan lugu dan lucu dalam menangkap fenomena social di lingkungan sekitar masyarakat kita. Continue reading ““Simpenen” Puisi Penggeli Hati”
