Pesantren Masih Minim Karya Tulis

Ghufron
http://www.republika.co.id/

Perkembangan sastra dan budaya baca tulis di lembaga pendidikan pesantren terkesan jalan di tempat, bahkan bisa dikatakan mandek. Akibatnya, hingga saat ini tidak banyak karya satra atau karya tulis yang bisa dihasilkan dari kalangan pondok pesantren.

“Pesantren saat ini memamng sepi karya tulis. Hal itu terjadi karena kurang adanya keteladanan. Kiainya saja malas mengarang kitab, bagaimana santrinya bisa nulis,” ujar budayawan Ahmad Thohari Continue reading “Pesantren Masih Minim Karya Tulis”

Pendidikan Sastra Klasik di Jepang

Albertus Prasetyo Heru Nugroho
citizennews.suaramerdeka.com

ONKOUCHISHIN, demikian peribahasa dalam bahasa Jepang yang artinya “hangatkan yang lama, peroleh yang baru”. Sejak kedatangan saya di negeri matahari ini tahun 2000 dalam rangka tugas belajar S-1, banyak hal yang saya alami, saya rasakan berbeda dengan apa yang saya bayangkan sebelum saya datang ke Jepang. Continue reading “Pendidikan Sastra Klasik di Jepang”

Putu Wijaya di Mata Para Seniman

Stevani Elisabeth
sinarharapan.co.id

Putu Wijaya meraih penghargaaan Akademi Jakarta di tahun 2009 ini. Penghargaan itu akan diberikan kepada Putu Wijaya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

I Gusti Ngurah Putu Wijaya atau yang biasa dikenal dengan Putu Wijaya (65) telah mengabdikan hidupnya dalam dunia seni dan budaya. Pria yang lahir pada 11 April 1944 ini telah menghasilkan sedikitnya 30 novel, 40 naskah drama, dan ribuan cerpen. Bahkan beberapa naskah drama dia sutradarai sendiri untuk dipanggungkan di dalam dan di luar negeri. Continue reading “Putu Wijaya di Mata Para Seniman”

Surat Sastra: Sunaryono Basuki Menggugat Rida K Liamsi

Husnu Abadi
riaupos.com

Akhirnya saya memutuskan untuk menulis Surat Sastra ini. Paling tidak karena telah dua kali, sahabat saya dari Singaraja, Bali, Sunaryono Basuki (SB), menulis esei yang menyinggung dan menggugat ketiadaan nama Rida K Liamsi, yang menurut hemat saya kurang akurat atau kurang cermat. Esei pertama, dimuat dalam Rubrik Budaya Riau Pos, 25 Januari 2009. Continue reading “Surat Sastra: Sunaryono Basuki Menggugat Rida K Liamsi”

Mengenang Seniman Sejati Guru Gambang Gede Rai Jadi

Djesna Winada

Beranda

GURU Gede Rai Jadi (99) yang populer disebut Guru Gede Adi adalah salah seorang dari sosok seniman besar Bali, kelahiran Br. Tengah, Sempidi, Mengwi, Badung, yang sulit dicari padanannya. Ia meninggal dunia pada Minggu (13/12) malam karena usia uzur. Upacara nyiramin digelar Rabu (16/12) sore dan upacara pengabenan Kamis (17/12) lalu. Continue reading “Mengenang Seniman Sejati Guru Gambang Gede Rai Jadi”

Bahasa ยป